Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Juni 2023 | 01.08 WIB

Alwi yang Lakukan Revenge Porn Ternyata Anak Mantan Pejabat Pandeglang

Kementerian Kehakiman Italia telah memerintahkan penyelidikan awal terhadap putusan pengadilan banding yang membatalkan putusan pemerkosaan dengan alasan perempuan yang jadi korban terlalu jelek untuk menjadi korban pemerkosaan

JawaPos.com - Warganet mulai menguliti identitas terdakwa kasus revenge porn Alwi Husen Maolana. Kasus ini viral di media sosial usai kakak korban, Iman Zanatup Haeri mengungkap kejanggalan proses persidangan Alwi terhadap adiknya yang menjadi korban itu.

Setelah ditanggapi sejumlah pegiat media sosial, seperti akun Twitter @mazzini, diketahui juga bahwa ternyata Alwi merupakan anak dari mantan pejabat Pandeglang. Tepatnya, ayahnya yang bernama Anwari Husnira (alm) itu adalah mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pandeglang.
 
"Bokapnya (peci putih) sudah almarhum mantan kadis lingkungan hidup Pandeglang. Foto alwi (bocil rambut jabrik) sekeluarga bersama Bupati Pandegelang Irna Nurita (ibu jibab putih)," tulis @mazzini, dikutip Selasa, (27/6).
 
Dalam foto itu, terlihat Alwi yang masih kecil bersama keluarganya berfoto di momen lebaran Idul Adha 1437 H.
 
Sementara itu, ayah Alwi sendiri sudah meninggal dunia sejak 2018 lalu di Rumah Sakit Umum Daerah Berkah seperti yang disampaikan dalam akun Twitter resmi Pemkab Pandeglang.
 
Sebelumnya, seorang mahasiswi asal Pandeglang, Banten, mengalami revenge porn dari pria yang diduga telah memperkosanya. Korban juga sempat mendapat kekerasan hingga ancaman pembunuhan. Saat kasus berlanjut di ranah hukum, korban pun diduga mengalami intimidasi dari pihak Kejaksaan Pandeglang agar kasus berakhir damai.
 
Kisah ini viral di media sosial usai diungkapkan oleh kakak korban lewan akun Twitternya @zanatul_91. Ia menceritakan, kasus bermula pada 14 Desember 2022 saat pelaku mengirimkan rekaman video yang sudah diedit menjadi empat layer dalam durasi lima detik.
 
Pada 3 layer video itu berisi foto korban dan 1 layar lainnya berisi rekaman pemerkosaan pelaku kepada korban.
 
"Pada layar 4 adalah adik saya yg sedang dirudak paksa (tanpa ia sadari) dengan kamera dipegang pelaku," tulis kakak pelaku dalam utasnya, dikutip JawaPos.com, Selasa (27/6).
 
Dua hari setelah itu, diketahui bahwa video yang dikirim pelaku juga ternyata sudah lama dikirimkan kepada teman-teman korban lain. Hal itu lantaran pelaku tak ingin korban hidup normal dengan teman-temannya.
 
 
"Bahkan pelaku berkali-kali mengancam akan mengirim video tersebut pada dosennya hanya karena korban sibuk kuliah," ucapnya.
 
Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore