JawaPos.com - Jumlah personel kepolisian saat ini masih belum sebanding dengan kebutuhan. Jumlah polisi yang keluar atau pensiun, jauh lebih banyak dibandingkan personel yang direkrut. Kondisi itu diungkap Kabag Pangkat ASDM Polri Kombes Pol. Hari Haryadi.
Di dalam paparannya, menyampaikan bahwa jumlah anggota Polri sebanyak 460 ribuan personel. Angka tersebut baru mencapai 68 persen dari kebutuhan. Sementara jumlah rekrutmen setiap tahun tidak sebanding dengan yang keluar atau pensiun.
"Setiap tahun yang keluar 11 ribu personel, sementara jumlah yang direkrut 10 ribu. Jadi kalau tidak ada anggota yang pensiun saja, jumlah ideal Polri butuh waktu 30 tahun " ungkapnya dalam dialog publik bertema Polisi Unggul yang Presisi dan Humanis di Jakarta pada Rabu (21/6).
Karena itu kata dia, struktur terbesar di Polri adalah berpangkat Bintara. Kepada para Bintara inilah Polri memberikan harapan Polri akan lebih baik di masa depan. Mengenai strategi peningkatan SDM Polri, Kombes Heri Haryadi menyebut melalui pendidikan kepada anggota, dan perbaikan sistem rekrutmen untuk anggota baru.
Sementara itu kritikan dan sorotan terhadap aparat kepolisian terus bermunculan. Kondisi tersebut menjadi perhatian Guru Besar Universitas Bhayangkara Jakarta Prof Hermawan Sulistyo. Baik buruknya Polri dalam melaksanakan tugasnya dan memberikan pelayanan terbaik tidak saja tergantung internal. Tetapi juga tergantung apa yang terjadi di masyarakat.
Dosen yang akrab disapa Kiki itu mengatakan polisi adalah cerminan baik buruknya masyarakat. "Kalau masyarakat brengsek jangan bermimpi polisi jadi malaikat," kata dia.
Karena itu, Kiki merasa jengah dengan kritikan yang terus disampaikan masyarakat terutama mahasiswa terhadap Polri. "Bayangkan kalau polisi mogok 3 hari saja apa yang akan terjadi," kata dia. Untuk itu baik masyarakat maupun aparat kepolisian, harus sama-sama bisa berperilaku yang baik.
Pada kesempatan yang sama Aba Subagja dari Kementerian PAN-RB mengatakan bahwa peran Polri sangat dibutuhkan masyarakat. Ia mengapresiasi Polri yang sangat terbuka, dan terus meningkatkan kompetensi anggotanya dalam mengantisipasi perkembangan tekhnologi. "Yang dibutuhkan adalah memperkuat kolaborasi dengan kementerian/lembaga lain untuk lebih meningkatkan kemampuan Polri dalam menangani masalah sosial dengan humanis dan presisi," tutur Aba.
Anggota Komisi III DPR Andi Rio Idris Pandjalangi menyampaikan kesiapan DPR RI untuk mendukung upaya Polri memulihkan persepsi positif masyarakat. "DPR punya fungsi pengawasan dan fungsi anggaran. Kami siap mendukung upaya menghilangkan stigma negatif masyarakat terhadap Polri," tegas anggota DPR RI dari Fraksi Golkar itu.