
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat konferensi terkait penggeledehan gedung Kementerian Sosial oleh KPK di Jakarta, Rabu (24/5/2023). Tri Rismaharini menyatakan tidak mengetahui penggeledahan pada (23/5/2023) yang dilakukan KPK terkait dugaan kasus korups
JawaPos.com – Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menemukan daftar penerima bantuan sosial (bansos) yang sejatinya tidak berhak. Kali ini terdeteksi 10.249 keluarga penerima manfaat (KPM) penerima bansos sembako/bantuan pangan nontunai (BPNT) yang tidak layak menerima bansos.
Data itu terdeteksi melalui sistem di Ditjen Administrasi Hukum Umum (AHU) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) setelah dilakukan pemadanan data penerima bansos oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Di antara nama-nama tersebut, ternyata ada yang menempati jabatan direksi atau menjadi pejabat tertentu di sejumlah perusahaan.
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan, ketika dicek di database, penerima itu terdaftar sebagai orang miskin. Pekerjaannya sebagai cleaning service hingga buruh. ”Tapi, mereka tercatat sebagai pengurus atau pejabat di perusahaan itu (pada sistem AHU, Red). Tetapi, realitasnya mereka miskin,” ujarnya kemarin (15/6).
Atas temuan BPK tersebut, Kemensos langsung membekukan data dimaksud dan mengeluarkannya dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS). Menurut Risma, sapaan Tri Rismaharini, itu harus dilakukan karena ada ketidaksesuaian. ”Harus kita berikan shock therapy. Kita akan cut dulu,” tegasnya.
Kalaupun nanti ada komplain lantaran betul-betul miskin, Risma mempersilakan. Dia menjanjikan adanya evaluasi terhadap perbedaan data antara Kemensos dan sistem AHU.
Risma mengaku telah menemui Menkum HAM Yasonna Laoly untuk membicarakan persoalan tersebut. Sehingga bisa dilakukan pengecekan data kembali. ”Saya minta semua pihak yang memberikan data KPM agar dilakukan pengecekan secara detail dan teliti sebelum dimasukkan ke sistem AHU,” tuturnya.
Sebelumnya Kemensos pernah mendeteksi adanya aparatur sipil negara (ASN) di sejumlah kementerian/lembaga yang tercatat sebagai penerima bansos. Diduga, mereka tercatat sebagai penerima sebelum akhirnya berhasil menjadi ASN. Sayang, setelah menjadi abdi negara, tidak ada update data sehingga mereka masih menerima bansos. Risma pun meminta agar dana bansos dikembalikan kepada negara. (mia/c9/fal)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
