
Konser Badai Pasti Berlalu di Surabaya menghasilkan penyanyi Berlian Hutauruk, Vina Panduwinata hingga Once Mekel. (istimewa)
JawaPos.com - Badai Pasti Berlalu Live in Concert akan kembali membawa salah satu karya penting dalam sejarah musik Indonesia ke atas panggung. Setelah menggelar pertunjukan di Jakarta, konser yang mengangkat karya-karya Erros Djarot tersebut akan hadir di Surabaya pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Yang membuat pertunjukan kali ini berbeda adalah hadirnya Berlian Hutauruk, penyanyi yang memiliki kaitan langsung dengan sejarah lahirnya lagu Badai Pasti Berlalu. Ia akan tampil satu panggung bersama Once Mekel dan Vina Panduwinata di Auditorium Gedung Q Universitas Kristen Petra, Surabaya.
Berlian merupakan penyanyi pertama yang membawakan Badai Pasti Berlalu untuk film garapan Teguh Karya yang dirilis pada 1977. Karakter vokalnya kemudian menjadi salah satu identitas kuat lagu tersebut dan membuat namanya sulit dipisahkan dari perjalanan karya Erros Djarot itu.
Kehadiran Berlian di Surabaya menjadi semakin menarik karena hampir lima dekade setelah rekaman pertamanya, ia kembali membawakan lagu yang menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya.
Erros Djarot melihat pertemuan tersebut sebagai momen khusus, terutama karena Berlian merupakan bagian langsung dari proses awal lahirnya Badai Pasti Berlalu.
“Berlian adalah bagian penting dari lahirnya ‘Badai Pasti Berlalu’. Sejak awal, saya merasa suaranya memiliki karakter dan kekuatan emosi yang dibutuhkan untuk menghidupkan lagu ini. Hampir lima dekade kemudian, mendengarkan Berlian kembali membawakan karya tersebut tentu menjadi momen yang sangat istimewa, bukan hanya bagi saya, tetapi juga bagi penonton di Surabaya,” ujar Erros Djarot.
Badai Pasti Berlalu bukan sekadar soundtrack film. Album yang menjadi sumber lagu-lagu dalam pertunjukan ini melibatkan sejumlah musisi penting Indonesia, di antaranya Chrisye, Yockie Suryo Prayogo, Keenan Nasution, Debby Nasution, Fariz RM, dan Berlian Hutauruk, dengan Erros Djarot sebagai pengarah musik.
Karya tersebut kemudian mendapat pengakuan luas dalam sejarah musik Indonesia. Pada 2007, album Badai Pasti Berlalu dinobatkan Rolling Stone Indonesia sebagai album Indonesia terbaik sepanjang masa.
Jejak panjang itulah yang coba dihidupkan kembali melalui konser ini. Lagu-lagu yang lahir dari era 1970-an dipertemukan dengan penyanyi dari generasi berbeda sehingga pertunjukannya tidak hanya menjadi perjalanan nostalgia, tetapi juga memperlihatkan bagaimana karya lama dapat terus menemukan pendengar baru.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Susunan Pemain Denmark vs Portugal: Ruben Dias Siap Bawa Pulang Kemenangan
Prediksi Skor Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Dardanet Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Irlandia vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Curi Poin
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Fakta Sebenarnya Soal Hubungan Ashanty dengan Azriel Hermansyah
Prediksi Israel vs Kosovo di UEFA Nations League: Duel Ketat, Tim Tamu Berpeluang Menang
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022