Leanne sullivan (variety)
JawaPos.com – Film Ancestors bawa penonton ke London pada 1988, ketika komunitas LGBTQ+ masih menghadapi bayang-bayang krisis AIDS.
Menurut ulasan Variety, film debut David Turpin ini memadukan drama emosional dengan atmosfer misterius untuk menggambarkan hubungan antargenerasi, kehilangan, serta ketakutan yang membayangi kehidupan kaum gay pada masa tersebut.
Cerita berpusat pada Beau, seorang pria Irlandia yang diperankan Éanna Hardwicke. Ia bekerja di sebuah kafe milik Maurice, karakter yang dimainkan Rupert Everett.
Kehidupan Beau berubah ketika ia bertemu Tiny, pemuda berusia 20 tahun yang diperankan Jack Wolfe. Hubungan keduanya berkembang menjadi persahabatan yang erat, tanpa dibangun melalui ketertarikan romantis.
Ketika Tiny diketahui mengidap AIDS dan kemudian menghilang, Beau berusaha mencarinya di tengah kehidupan malam London.
Pencarian tersebut perlahan berubah menjadi perjalanan emosional yang mempertemukan masa lalu, kenyataan, mimpi, dan bayangan kematian.
Film ini menggunakan perpindahan waktu serta visual hitam-putih untuk memperkuat kesan seperti berada di antara dunia kehidupan dan kematian.
Penampilan Éanna Hardwicke menjadi salah satu elemen penting dalam film. Sebagai Beau, ia menggambarkan karakter yang tampak tenang tetapi menyimpan kecemasan dan ketakutan mendalam.
Kehilangan yang terus menghampiri membuat sisi rapuh Beau perlahan muncul, sekaligus memperlihatkan bagaimana krisis AIDS tidak hanya berdampak pada mereka yang terinfeksi, tetapi juga orang-orang yang berada di sekelilingnya.
Ancestors juga memasukkan elemen fantasi melalui kemunculan Gloria, karakter yang diperankan Christina Hendricks.
Sosok tersebut terhubung dengan koleksi bintang film klasik milik Maurice dan menjadi bagian dari rangkaian adegan yang mengaburkan batas antara kenyataan dan alam setelah kematian.
Pendekatan ini membuat film terasa seperti elegi bagi generasi LGBTQ+ yang kehilangan banyak anggotanya akibat krisis AIDS.
Ancestors melakukan pemutaran perdana di Toronto International Film Festival 2026 dan menjadi debut penyutradaraan David Turpin dalam film panjang.
Film tersebut menghadirkan kisah tentang bagaimana kenangan dan kehidupan mereka yang telah pergi tetap diwariskan kepada generasi berikutnya, sekaligus menjadi potret komunitas yang berusaha bertahan di tengah periode penuh ketakutan dan kehilangan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022