
Reuni Berdarah. (istimewa)
JawaPos.com - Rumah produksi Cas Picture kini memperkenalkan film pendek bergenre horor terbaru berjudul Reuni Berdarah. Film yang akan dirilis melalui kanal YouTube tersebut mengusung cerita horor dengan sentuhan drama, terinspirasi dari pengalaman mistis yang sempat dialami tim produksi saat melakukan survei lokasi syuting di kawasan Puncak.
Film ini disutradarai oleh RGH dan menghadirkan perpaduan aktor muda dan senior. Cani Prillia, finalis Mojang Kewes Purwakarta 2025, dipercaya sebagai pemeran utama dengan memerankan karakter Elis. Ia beradu akting dengan aktor Yama Carlos yang dipercaya memerankan tokoh Pak Junarso.
Film pendek Reuni Berdarah menceritakan tentang sekelompok anak muda yang mengadakan reuni sekaligus berlibur untuk melepas penat. Namun, perjalanan yang awalnya dipenuhi keceriaan itu berubah menjadi mimpi buruk setelah beberapa di antara mereka melakukan tindakan yang dianggap melanggar norma di lokasi yang mereka kunjungi.
Perbuatan tersebut tanpa disadari membangkitkan kemarahan sosok mistis bernama Ambarwati, makhluk astral yang diyakini menghuni kawasan tersebut. Kehadirannya membawa serangkaian teror yang mengancam keselamatan seluruh anggota rombongan.
Menurut tim produksi, karakter Ambarwati diangkat dari cerita yang mereka temui ketika melakukan survei lokasi syuting di kawasan Puncak. Kisah tersebut kemudian diadaptasi dan dikembangkan agar relevan kondisi saat ini, tanpa menghilangkan nuansa mistis yang menjadi kekuatan cerita.
Wan Emiliy Sjharir selaku produser mengatakan, film ini melibatkan sejumlah pemain muda dengan maksud memberikan kesempatan kepada mereka untuk terlibat dalam dunia perfilman. Semua pemain melalui proses penggemblengan supaya dapat memerankan karakter dengan baik.
"Proses produksi, kami memulai dari workshop, pembinaan pemain, hingga syuting. Kami ingin memberikan kesempatan kepada talenta-talenta baru yang memiliki bakat namun tidak mendapat kesempatan di industri," ungkapnya.
Melalui Reuni Berdarah, tim produksi ingin menyampaikan pesan moral agar masyarakat lebih menghormati tempat yang dikunjungi dan menghindari tindakan yang dianggap tidak pantas, terutama di lokasi yang memiliki sejarah atau kepercayaan tertentu. Film ini juga mengingatkan bahwa setiap tempat memiliki nilai dan aturan yang patut dihormati.
"Pesan dari film ini adalah berhati-hati melakukan hal-hal terlarang, terutama di tempat-tempat yang baru dikunjungi," tuturnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Semen Padang vs PSPS Pekanbaru: Kabau Sirah Incar 3 Poin, Askar Bertuah Siap Bikin Kejutan!
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Prediksi Skor Kosovo vs Austria di Liga Nations UEFA: Das Team Perpanjang Rekor Tak Terkalahkan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Skor Azerbaijan vs Lituania di Liga Nations UEFA: Milli Komanda Diprediksi Kembali Tertahan

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022