Poster horizontal film Not One Less (1999) dari Prime (Dok. Primevideo)
JawaPos.com - Pendidikan adalah kebutuhan dasar yang seharusnya bisa dinikmati oleh semua orang tanpa terkecuali. Namun sayangnya, kenyataan sering kali tidak seideal itu. Masalah finansial hingga sulitnya akses ke sekolah sering kali menjadi penghalang besar.
Kondisi ini diperparah saat terjadi perubahan besar seperti revolusi pemerintahan. Ketika kekuasaan berpindah dengan cepat, dampaknya terasa hingga ke sistem pendidikan di pelosok negeri.
Pada tahun 90-an, di sebuah desa terpencil di Tiongkok, hanya ada sedikit sekolah yang tersisa. Keadaan semakin sulit ketika satu-satunya guru yang tersisa harus mengambil cuti selama sebulan penuh.
Wei Minzhi segera diangkat menjadi guru pengganti temporer untuk mengisi posisi Guru Gao. Walaupun begitu, Minzhi sendiri baru berumur 13 tahun.
Selain ditugaskan untuk mengajar anak-anak desa, Minzhi juga ditugaskan untuk mengawasi mereka semua sehingga jumlah para murid tidak berkurang satu orang pun.
Ternyata tugas itu tidak semudah yang kita dan Minzhi kira. Awalnya Minzhi hanya perlu memastikan semuanya datang ke sekolah untuk absen dan mengikuti pelajaran selama beberapa menit.
Namun, karena sumber daya yang juga sangat terbatas, Minzhi tidak tahu harus mengajarkan apa kepada anak-anak disana.
Kelasnya berisikan anak-anak dari berbagai umur. Ada yang yang hanya berbeda satu tahun darinya, dan ada yang masih mengisap jempol. Karena itu tidak semuanya mau mendengarkan Minzhi.
Selain itu, ada banyak sekali keluarga miskin yang harus membuat anak-anak mereka ikut bekerja demi pendapatan lebih. Akibatnya, Minzhi harus menjemput mereka satu per satu baru memulai kelasnya.
Salah satu muridnya yang paling bandel juga berasal dari keluarga miskin. Zhang Huike hanya tinggal berdua dengan ibunya yang sakit-sakitan.
Karena penyakit tersebut, ibunya tidak dapat pergi bekerja dan memberi makan anaknya. Melihat hal itu, Huike memutuskan untuk pergi ke kota untuk mencari uang demi obat ibunya.
Minzhi yang menyadari kepergian Huike, segera pergi ke kota untuk menjemput Huike. Namun, ia tidak tahu dimana Huike pergi tepatnya. Sehingga Minzhi menjadi tersesat di kota sendirian.
Film 'Not One Less' ini ditayangkan pada tahun 1999 dengan judul asli 'Yi Ge Dou Bu Neng Shao'.
Dari film ini kita dapat melihat bagaimana kondisi sosial-ekonomi dapat mempengaruhi keputusan seseorang, bahkan pada saat ia masih sangat muda. Beberapa di antaranya pun harus melupakan kebutuhan diri mereka sendiri demi orang lain.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
