GM Teater JKT48 Melody Nurramdhani Laksani. (Instagram Melody)
JawaPos.com - Pengumuman penting disampaikan JKT48 di panggung THE FIRST SNOW – JKT48 14th Anniversary Concert & Gracia Graduation Ceremony, Sabtu malam (20/12). Selain menjadi momen perayaan ulang tahun ke-14 sekaligus kelulusan Kapten Shania Gracia, konser ini juga menandai babak baru idol grup: kembalinya sistem tim yang sempat lama absen dan terpilihnya Freya jadi Kapten JKT48.
Manajemen JKT48 menilai, jumlah member saat ini sudah cukup ideal untuk kembali dibagi ke dalam tim. Lebih dari sekadar struktur organisasi, sistem tim diharapkan membuat perjuangan, kerja keras, dan proses tiap member terlihat lebih nyata oleh publik.
Dengan format ini, setiap member didorong untuk menunjukkan bagaimana mereka “fight” mengejar mimpi, passion, dan love (cinta) mereka sebagai idol. Berbeda dari era sebelumnya, JKT48 memilih membuka fase baru ini dengan nama tim yang sepenuhnya baru.
Team Love, Team Dream, dan Team Passion diperkenalkan sebagai simbol era regenerasi. Di tengah dinamika industri hiburan yang semakin kompetitif, kembalinya sistem tim juga sejalan dengan semangat baru JKT48 menuju 2026 lewat tagline “JKT48 Fight!”.
Seperti apa arah besar yang disiapkan manajemen? diulas GM Teater JKT48 Melody Nurramdhani Laksani dalam wawancara khusus dengan JawaPos.com berikut ini:
Apa pertimbangan utama JKT48 manajemen akhirnya memutuskan kembali ke sistem tim? Apakah ini murni kebutuhan operasional, strategi pertumbuhan fans, atau momentum setelah original setlist?
Kembalinya sistem tim seperti yang kemarin diumumkan, karena saat ini kami merasa jumlah member sudah cukup untuk dibagi menjadi tim. Semoga dengan adanya sistem tim, setiap member bisa lebih terlihat usaha dan kerja kerasnya, gimana mereka fight for their dream, passion & love untuk menjadi idol di sini sehingga level upnya sampai ke para fans.
Apa esensi terbesar dari tim dalam kultur JKT48?
Esensi terbesar tim di kultur JKT48 sendiri berada di karakter dari masing-masing tim itu sendiri, yang kami harap secara hiburan dapat menyuguhkan ciri khas performa yang berbeda-beda, sambil memberikan rasa fighting spirit yang sehat pada semua tim ya.
Tahun ini muncul Tim Love, Tim Dream, dan Tim Passion. Kenapa tidak memakai nama historis seperti J–KIII–T lagi?
Karena dengan dimulainya era baru, kami ingin memulai sesuatu yang baru juga. Nama tim kami harap bisa menjadi sesuatu yang menyiratkan hal-hal baik dan positif, lebih dari sekedar identitas.
Apa filosofi penamaan Love, Dream, Passion? Apakah ada value yang ingin ditanamkan ke member dan fans?
Agar selalu mengingat hal dasar atau tujuan awal para member berada di sini, bergabung dengan JKT48, ada yang senang menebarkan positive vibes, ada yang ingin meraih impiannya dan juga mencurahkan kegemarannya untuk berada di atas panggung.
Di kalangan fanas, muncul spekulasi: Dream = Tim J baru, Passion = Tim KIII baru, dan Love = Tim T baru. Bagaimana memastikan bahwa ini bukan sekadar ganti nama nostalgia, tetapi konsep baru yang relevan 2026?

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
