
Gala Premier Film Riba. (Shafa Nadia/Jawa Pos)
JawaPos.com - Film horor Getih Anak secara resmi mengumumkan pergantian judul menjadi Riba. Produser Titin Suryani menyampaikan alasan utama pihaknya mengubah judul film tersebut, yaitu berkaitan dengan alur cerita yang disajikan.
Proyek garapan sutradara Adhe Dharmastriya itu mengangkat cerita dan isu sosial yang terjadi di kalangan masyarakat Indonesia. Ketakutan yang dihadirkan tidak hanya bersumber dari teror hantu atau jumpscare. Melainkan dari rasa bersalah yang dilakukan salah satu karakter karena mengambil keputusan yang fatal.
“Kami ingin penonton film Indonesia merasakan horor yang tidak hanya datang dari sosok makhluk gaib, tetapi juga dari dosa dan karma yang tak terhindarkan,” kata Titin di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat.
Senada, Adhe juga menyatakan perubahan judul menyesuaikan pesan yang ingin disampaikan dalam film. “Film Riba itu kisah horor yang berasal dari rasa bersalah, dosa, dan konsekuensi fatal,” jelasnya.
Ibrahim Risyad turut andil dalam film Riba menghidupkan karakter Sugi, seorang pengepul tembakau. Dia mengatakan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah bukan dalam proses pendalaman karakter.
Namun, menjalani proses syuting di tengah bulan puasa. “Tujuh hari pertama kita syuting pas puasa. Satu scene bisa 6 jam, panas-panasan sampai siang bolong. Capek banget, tapi seru,” tutur Ibrahim.
Film Riba mengisahkan tentang rumah tangga Rohma (Fanny Ghasani) dan Sugi yang sedang menghadapi himpitan ekonomi. Mereka pun terpaksa mengambil keputusan fatal yang memicu teror supernatural.
Film tersebut digarap oleh rumah produksi Verona Films itu dijadwalkan tayang di bioskop lokal pada 4 Desember mendatang.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
Ikhwan Ali Tanamal Resmi Gabung Persib Bandung, Siap Bekerja Keras Rebut Tempat di Tim Utama
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
