
Produser musik elektronik sekaligus DJ, Whisnu Santika. (Istimewa)
JawaPos.com-Ketika mendengar sebuah lagu yang kebetulan memiliki kemiripan atau kesamaan dengan lagu lain, jangan terburu-buru menghakimi sebagai karya plagiat yang terkutuk karena tidak menghargai karya dan hak cipta.
Meski terdengar ada kemiripan, bisa jadi itu bukan sebuah karya plagiat. Melainkan sebuah lagu dengan menggunakan teknik interpolasi dalam menghadirkan karya.
Interpolasi merupakan sebuah teknik mengulang kembali melodi, lirik, atau bagian tertentu dari sebuah lagu untuk kemudian dikreasikan menjadi karya baru yang segar dan fresh.
Produser musik elektronik sekaligus DJ Whisnu Santika mengatakan, musisi boleh dan legal melakukan eksplorasi dalam sebuah karya dengan menggunakan pendekatan interpolasi. Namun yang perlu diperhatikan, pendekatan ini harus minta izin terlebih dahulu dan harus mendapatkan lisensi dari pemilik hak cipta.
Whisnu Santika mengakui sejumlah lagu seperti Sahara, Mambo Jambo, Tequilla, hingga Yummy menggunakan konsep interpolasi hingga menciptakan nuansa segar dalam karya namun tetap menghormati karya sebelumnya.
Bahkan lagu Whisnu Santika berjudul Yalla Habibi yang sempat menuai kontroversi dituding plagiat karena mirip dengan Iag Bari Yababa karya ARKADYAN, Fanfare Ciocărlia, dan GROSSOMODDO, dipastikannya menggunakan pendekatan interpolasi.
Menurut Whisnu Santika, bersama tim manajemen melakukan komunikasi secara langsung untuk mengurus legalitas hak cipta lagu kepada Fanfare Ciocărlia melalui Piranha Records, publicist grup band tersebut.
“Saya memang mengadopsi elemen dari Iag Bari Yababa, tapi bukan untuk menjiplak atau plagiat. Justru saya ingin merayakan musik dunia dengan sentuhan Indobounce yang jadi identitas saya,” ungkap Whisnu dalam keterangannya.
Dia juga mengatakan, di era digital seperti sekarang dimana arus musik semakin deras, kemiripan antar lagu tidak bisa dihindarkan. Pendekatan interpolasi disebutnya memberikan ruang bagi karya lama untuk dapat hidup kembali dengan wajah baru.
Menurut dia, dengan mengenal praktik interpolasi lagu, publik seharusnya dapat lebih menghargai proses kreatif dari musisi.
"Sampling itu berbeda dengan interpolasi. Kalau sampling menggunakan rekaman asli menggunakan master di label, interpolasi itu membuat ulang karyanya jadi versi baru yang diinginkan setelah mendapat lisensi dari pencipta. Interpolasi bukan sekadar potong-tempel, tapi ada unsur kreativitas yang legal," papar Whisnu.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
