
Poster Black Phone 2. (Universal)
JawaPos.com - Pada 2021 lalu, sutradara Scott Derrickson menggarap sebuah film thriller supranatural unik berjudul Black Phone.
Berbeda dengan film sejenis pada umumnya, Black Phone mengisahkan tentang seorang anak bernama Finney yang berusaha melarikan diri dari seorang penculik dan pembunuh berjuluk The Grabber lewat bantuan arwah-arwah penasaran yang menjadi korban sang penjahat.
Para arwah itu menggunakan medium berupa sebuah telepon putar berwarna hitam yang berada di ruangan tempat Finney disekap untuk menuntunnya keluar dari sana. Long story short, Finney akhirnya berhasil melarikan diri dan membunuh The Grabber.
Empat tahun berselang, sutradara Scott Derrickson kembali menghidupkan teror The Grabber lewat Black Phone 2. Bagi yang sudah menonton film pertamanya, tentu sudah bisa menerka bahwa Black Phone 2 akan lebih bernuansa supranatural ketimbang film pertamanya.
Black Phone 2 masih menggunakan tokoh-tokoh di film pertamanya sebagai tonggak utama. Ethan Hawke kembali dipercaya menjadi The Grabber, sementara Mason Thames masih didaulat menjadi Finney. Aktris muda Madeleine McGraw yang berperan sebagai adik Finney, Gwen, juga ikut berperan lagi.
Mengambil setting 4 tahun setelah kejadian di film pertama, Black Phone 2 kini menitikberatkan pada sosok Gwen yang secara tiba-tiba mendapatkan mimpi aneh. Dalam mimpinya, Gwen melihat tiga orang anak tewas dibunuh dengan cara yang sangat sadis sebelum kemudian ditenggelamkan di danau beku.
Sebelum tenggelam, ketiga korban tersebut juga melakukan hal yang sama: mengukir sebuah huruf di lapisan es dengan jari mereka.
Gwen pun lalu menceritakan mimpinya ini ke Finney, yang masih berjuang menghadapi traumanya akibat kejadian yang menimpanya empat tahun lalu.
Sempat mengira Gwen hanya berhalusinasi, Finney akhirnya setuju membantu adiknya mencari jawaban mimpinya tersebut setelah sejumlah petunjuk ternyata membuktikan bahwa apa yang dialami Gwen berkaitan dengan masa lalu ibu mereka, Hope.
Teka-teki kematian tiga anak di mimpi Gwen dan hubungannya dengan Hope pun berkelindan erat dengan sosok The Grabber yang selama ini menghantui Finney. Kakak beradik ini pun terpaksa memulai petualangan baru untuk menuntaskan teror tersebut. Tentunya, dengan bantuan deringan telepon hitam misterius layaknya di film pertama.
Berdurasi selama 114 menit, Black Phone 2 boleh dibilang berhasil menyajikan ketegangan dan kengerian dua kali lipat dibanding film sebelumnya. Dalam film ini, sosok The Grabber betul-betul digambarkan sebagai psikopat gila yang sangat menikmati membunuh anak kecil ketimbang sebagai seorang penculik di film pertama.
Para lakon di dalamnya pun berhasil menyajikan kualitas akting dengan chemistry yang baik. Rasa trauma dan dendam mendalam yang dirasakan Finney pada The Grabber, serta kebencian The Grabber pada Finney yang membunuhnya betul-betul terasa di film ini.
Film ini membawa penonton untuk menelisik lebih jauh masa lalu The Grabber yang tidak dijelaskan dengan rinci di film sebelumnya. Sayangnya, motivasi The Grabber melakukan kegilaan ini tidak dijelaskan lebih lanjut.
Akibatnya, terlepas apakah akan ada film ketiga atau tidak, The Grabber sejauh ini hanya digambarkan sebagai sosok penjahat yang membunuh tanpa motivasi konkrit dan spesifik. Meski Ethan Hawke bisa merepresentasikan sosok ini dengan sangat baik, kurangnya elemen itu membuat The Grabber belum bisa menjadi tokoh antagonis film yang memorable.
Bagi penggemar horor, Black Phone 2 akan mengingatkan kita pada serial horor A Nightmare on Elm Street, di mana sutradara Scott Derrickson memasukkan beberapa adegan teror ketika Gwen tertidur dan disiksa secara brutal oleh The Grabber di dalam mimpi.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
