Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Juli 2025 | 03.08 WIB

10 Fakta Karakter Hugh Glass pada Film ‘The Revenant’ yang Disinyalir Kehidupannya Lebih Ekstrem

Leonardo DiCaprio sebagai Hugh Glass dalam The Revenant. (IMDb) - Image

Leonardo DiCaprio sebagai Hugh Glass dalam The Revenant. (IMDb)

JawaPos.com – Film The Revenant karya Alejandro González Iñárritu yang dibintangi Leonardo DiCaprio dianggap mengangkat kisah nyata Hugh Glass, seorang penjebak legendaris Amerika Serikat.

Namun, banyak bagian dalam film tersebut ternyata hanya fiksi atau sangat dibesar-besarkan dari kenyataan.

Berikut adalah sepuluh poin penting yang memperlihatkan perbedaan mencolok antara kisah nyata Hugh Glass dan penggambarannya di film, seperti dilansir dari laman The Hollywood Reporter pada Kamis (10/7).

1. Hugh Glass Memang Diserang Beruang, tetapi Tidak Sedramatis di Film

Hugh Glass benar-benar selamat dari serangan beruang grizzly, namun tidak sampai memanjat pohon atau diseret berulang kali. Ia mengalami luka parah, termasuk tenggorokan sobek dan tulang patah, tapi tidak sampai dikejar dari tebing. Film memperkuat adegan demi drama, meski intinya tetap benar.

2. Hugh Glass Tidak Memiliki Anak Blasteran Pawnee

Film menggambarkan Glass memiliki anak blasteran dari istri Pawnee yang dibunuh Fitzgerald. Faktanya, tidak ada bukti bahwa Hugh Glass memiliki istri atau anak dari suku asli mana pun. Penambahan elemen ini sepenuhnya merupakan fiksi sinematik untuk memperkuat motif balas dendam.

3. Hugh Glass Tidak Masuk ke Bangkai Kuda untuk Bertahan Hidup

Salah satu adegan paling ikonik dalam film adalah saat Glass masuk ke dalam bangkai kuda demi kehangatan. Tidak ada catatan sejarah yang mendukung peristiwa ini pernah terjadi. Glass memang bertahan hidup secara ekstrem, tetapi tidak dengan cara tersebut.

4. Kisah Asal-usul Hugh Glass Lebih Ekstrem dari Versi Film

Glass adalah mantan bajak laut yang pernah selamat dari pengejaran suku kanibal dan pembakaran hidup-hidup. Ia pernah memberikan cinnabar kepada kepala suku Pawnee sebagai persembahan untuk menyelamatkan dirinya. Latar belakang ini jauh lebih kelam dan kompleks dibandingkan narasi awal film.

5. Perjalanan Glass Tidak Sepenuhnya saat Musim Dingin

Dalam film, Glass digambarkan merangkak dalam badai salju dan suhu ekstrem. Kenyataannya, sebagian besar perjalanannya dilakukan pada akhir musim panas, bukan musim dingin. Ini mengurangi elemen dramatis yang digunakan dalam film, namun tidak mengurangi kesulitan yang ia hadapi.

6. Hugh Glass Bertahan Hidup dengan Ular dan Anjing, Bukan Hati Kerbau

Di film, Glass digambarkan memakan hati kerbau mentah yang diberikan oleh suku asli. Pada kenyataannya, ia bertahan hidup dengan ular derik dan bahkan anjing, sesuai praktik lokal waktu itu. Meskipun menjijikkan, ini mencerminkan realitas keras zaman perintisan.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore