
Leonardo DiCaprio sebagai Hugh Glass dalam The Revenant. (IMDb)
JawaPos.com – Film The Revenant karya Alejandro González Iñárritu yang dibintangi Leonardo DiCaprio dianggap mengangkat kisah nyata Hugh Glass, seorang penjebak legendaris Amerika Serikat.
Namun, banyak bagian dalam film tersebut ternyata hanya fiksi atau sangat dibesar-besarkan dari kenyataan.
Berikut adalah sepuluh poin penting yang memperlihatkan perbedaan mencolok antara kisah nyata Hugh Glass dan penggambarannya di film, seperti dilansir dari laman The Hollywood Reporter pada Kamis (10/7).
1. Hugh Glass Memang Diserang Beruang, tetapi Tidak Sedramatis di Film
Hugh Glass benar-benar selamat dari serangan beruang grizzly, namun tidak sampai memanjat pohon atau diseret berulang kali. Ia mengalami luka parah, termasuk tenggorokan sobek dan tulang patah, tapi tidak sampai dikejar dari tebing. Film memperkuat adegan demi drama, meski intinya tetap benar.
2. Hugh Glass Tidak Memiliki Anak Blasteran Pawnee
Film menggambarkan Glass memiliki anak blasteran dari istri Pawnee yang dibunuh Fitzgerald. Faktanya, tidak ada bukti bahwa Hugh Glass memiliki istri atau anak dari suku asli mana pun. Penambahan elemen ini sepenuhnya merupakan fiksi sinematik untuk memperkuat motif balas dendam.
3. Hugh Glass Tidak Masuk ke Bangkai Kuda untuk Bertahan Hidup
Salah satu adegan paling ikonik dalam film adalah saat Glass masuk ke dalam bangkai kuda demi kehangatan. Tidak ada catatan sejarah yang mendukung peristiwa ini pernah terjadi. Glass memang bertahan hidup secara ekstrem, tetapi tidak dengan cara tersebut.
4. Kisah Asal-usul Hugh Glass Lebih Ekstrem dari Versi Film
Glass adalah mantan bajak laut yang pernah selamat dari pengejaran suku kanibal dan pembakaran hidup-hidup. Ia pernah memberikan cinnabar kepada kepala suku Pawnee sebagai persembahan untuk menyelamatkan dirinya. Latar belakang ini jauh lebih kelam dan kompleks dibandingkan narasi awal film.
5. Perjalanan Glass Tidak Sepenuhnya saat Musim Dingin
Dalam film, Glass digambarkan merangkak dalam badai salju dan suhu ekstrem. Kenyataannya, sebagian besar perjalanannya dilakukan pada akhir musim panas, bukan musim dingin. Ini mengurangi elemen dramatis yang digunakan dalam film, namun tidak mengurangi kesulitan yang ia hadapi.
6. Hugh Glass Bertahan Hidup dengan Ular dan Anjing, Bukan Hati Kerbau
Di film, Glass digambarkan memakan hati kerbau mentah yang diberikan oleh suku asli. Pada kenyataannya, ia bertahan hidup dengan ular derik dan bahkan anjing, sesuai praktik lokal waktu itu. Meskipun menjijikkan, ini mencerminkan realitas keras zaman perintisan.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
