
Karakter pengidap autis di drama Korea (IMDB)
JawaPos.com - Memerankan karakter pengidap autis di drama Korea tentu bukan hal mudah. Karena sang aktor harus menggunakan semua gerak gerik tubuh, ekspresi wajah, hingga gerakan mata dan mulut agar sesuai dengan kondisi pengidap autis yang sebenarnya.
4 aktor dan aktris ini berhasil menunjukkan akting luar biasa sebagai karakter pengidap autis di drama Korea, sehingga tidak hanya menyentuh hati penonton di rumah, upaya mereka menyampaikan bagaimana perasaan dan pikiran seorang pengidap autis pun dihargai dengan piala penghargaan di ajang bergengsi.
Melansir laman Kocowa, berikut ini adalah karakter pengidap autis di drama Korea yang paling menyentuh hati pemirsa.
1. Park Si On di Good Doctor (2013)
Diperankan oleh Joo Won, Park Si On adalah karakter pengidap autis di drama Korea yang menjadi tokoh utama cerita dalam drama tersebut.
Park Si On hidup sebatang kara karena orangtua dan kakaknya meninggal saat dia masih kecil. Kemudian Si On diasuh oleh seorang dokter baik hati.
Tumbuh besar, Si On pun menunjukkan kejeniusan tingkat tinggi yang membuatnya mampu lulus kuliah kedokteran dan mulai bekerja di rumah sakit.
Meskipun mengidap autisme, Park Si On memiliki kemampuan menganalisa kondisi pasien dengan akurat hingga ke detail yang sangat terperinci. Ia juga punya daya ingat yang sangat tinggi hingga bisa menentukan perawatan yang paling tepat untuk pasien bahkan dalam kondisi kritis dan darurat.
Kualitas drama Good Doctor sangat mengesankan, tidak hanya memotret kehidupan seorang pengidap autis yang berusaha bekerja dengan baik sebagai dokter.
Drama ini kemudian diadaptasi ke dalam serial Amerika Serikat berjudul The Good Doctor yang tayang hingga 7 season dari tahun 2017 hingga tahun 2024.
2. Han Geu Roo di Move To Heaven (2021)
Butuh waktu 7 tahun lamanya hingga karakter pengidap autis kembali muncul di drama Korea sebagai tokoh utama.
Diperankan oleh Tang Jun Sang, Han Geu Roo adalah anak yang hidup berdua dengan sang ayah. Keduanta bekerja sebagai pembersih barang peninggalan mendiang.
Karakter Han Geu Roo tampak seperti robot dan selalu bicara dengan kaku seolah sedang membaca buku. Namun seiring dramanya berjalan, kedalamab perasaab Geu Roo mulai terlihat dari setiap gerak gerik dan perilaku yang dia lakukan.
Han Geu Roo bahkan tidak meneteskan airmata ketika ayahnya meninggal, dan ketika pamannya mengambil alih tugas sebagai wali, Geu Roo tetap menjalani hidupnya seperti biasa.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
