
Alternativa Film Festival dipastikan hadir kembali tahun depan. (Istimewa)
JawaPos.com - Setelah sukses digelar di Yogyakarta tahun lalu dan membawa lima film Indonesia masuk seleksi akhir, Alternativa Film Festival akan kembali digelar pada 2026, yang kali ini bertempat di Kolombia.
Festival film independen yang fokus pada karya-karya dari Global South ini mengumumkan bahwa edisi ketiganya akan berlangsung pada kuartal kedua tahun depan, dengan total hadiah meningkat menjadi USD 120.000.
Tak hanya hadiah yang bertambah, Alternativa juga membuka kategori baru untuk film panjang dari wilayah fokus, yakni Amerika Latin. Secara keseluruhan, ada tujuh kategori penghargaan yang akan diperebutkan. Pendaftaran film sudah dibuka sejak 10 Juni hingga 10 Oktober 2025.
"Kami ingin membangun jembatan antarwilayah, antara Asia dan Amerika Latin. Film bisa menyatukan pengalaman yang berbeda dan menciptakan ruang dialog yang setara," kata Liza Surganova, Head of Alternativa, dalam konferensi pers di Festival Film Internasional Guadalajara.
Indonesia Punya Tempat di Alternativa
Alternativa bukan nama asing bagi sineas Indonesia. Pada edisi 2024 di Yogyakarta, lima film dari Indonesia berhasil menembus seleksi akhir dari total lebih dari 1.000 pendaftar dari 33 negara. Tahun sebelumnya, film A Cleaning Service dari sutradara Vietnam Nguyen Duy Anh juga meraih penghargaan bergengsi.
Alternativa sendiri lahir di Kazakhstan pada 2023 dan sejak awal dirancang sebagai platform bagi pembuat film dengan karya berdampak sosial dari kawasan yang jarang terwakili di festival besar dunia.
Dalam dua edisi pertamanya, Asia menjadi fokus utama, dan kini tongkat estafet berpindah ke Amerika Latin, tanpa meninggalkan koneksi lintas kawasan yang sudah terbangun.
"Seni bisa mengubah dunia, dan talenta dari negara-negara berkembang tidak boleh dipinggirkan hanya karena mereka berasal dari luar arus utama," ujar Arsen Tomsky, pendiri Alternativa sekaligus CEO inDrive, perusahaan yang mendukung penuh festival ini.
Meski edisi 2026 akan berfokus pada Amerika Latin, Alternativa tetap membuka pintu bagi film panjang dari Asia, termasuk Indonesia. Film pendek, di sisi lain, dikhususkan untuk sineas dari Amerika Latin.
Karya fiksi, dokumenter, animasi, dan film eksperimental yang selesai diproduksi setelah 1 Januari 2025 bisa didaftarkan. Alternativa juga akan kembali menyajikan pemutaran publik, diskusi berdampak, program industri (Industry Days), dan malam penghargaan.
Sutradara yang terpilih akan diundang hadir ke Kolombia dengan biaya perjalanan dan akomodasi ditanggung penuh oleh panitia. Dan, dengan rekam jejak film-film Indonesia yang bersinar di Alternativa, edisi 2026 bisa jadi panggung berikutnya bagi sineas tanah air untuk tampil di kancah global.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Ekuador vs Curacao: Alan Franco Sudah Lupakan Kekalahan di Laga Perdana
