Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Mei 2025 | 17.59 WIB

Terobos Dominasi Pria! Ini 5 Band Perempuan Indonesia yang Patut Diacungi Jempol

voice of baceprot band (Dok instagram @voiceofbaceprot)


JawaPos.com - Musik Indonesia memiliki sejarah panjang yang tak bisa dilepaskan dari kiprah para musisi perempuan.

Meski dominasi industri musik cenderung dikuasai oleh pria, band-band yang seluruh anggotanya perempuan (all-female band) terus menorehkan warna tersendiri.

Mulai dari era 60-an hingga masa kini, berikut lima band perempuan Indonesia yang patut mendapatkan sorotan.

1. Dara Puspita


Melansir dari Instagram @Kemenpar.ri, Dara Puspita merupakan band rock perempuan pertama di Indonesia yang dibentuk di Surabaya pada 1964.

Grup ini terdiri dari Titiek Adji Rachman (gitar utama), Lies Soetisnowati (gitar ritme), Titiek Hamzah (bass), dan Susy Nander (drum).

Mereka mengusung genre garage rock dan banyak terinspirasi dari musisi-musisi Barat seperti The Beatles, The Rolling Stones, hingga Elvis Presley.

Album perdana mereka, Jang Pertama, dirilis pada 1966 dan menjadi tonggak penting dalam sejarah musik Indonesia.

Pada 1968, Dara Puspita bahkan melangsungkan tur Eropa dan merilis lagu berbahasa Inggris seperti Welcome to My House dan Ba Da Da Dum.

Meski akhirnya bubar pada 1974, warisan musik mereka tetap hidup dan menjadi inspirasi banyak musisi perempuan Indonesia hingga kini.

2. Zirah

Zirah merupakan band rock lahir dari komunitas Potlot yang aktif sejak 2018. Grup ini dikenal karena pendekatannya yang tidak terpaku pada satu genre.

Lewat single perdana Pusaka Pertiwi (2019), Zirah mulai mencuri perhatian publik.

Dikutip dari Jawapos.com sebelumnya, Anissa Yasmin selaku bassist, Zirah hadir untuk memberi warna baru dalam industri musik dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun untuk menikmati karya mereka.

“Kami nggak terbatas pada satu genre, satu gender, atau satu cara pandang. Semua boleh dengar, bahkan alien juga boleh,” ujar Anissa sambil tertawa.

Zirah bukan hanya tentang musik perempuan, tapi juga tentang inklusivitas dan kebebasan berekspresi di dunia musik yang terus berkembang.

3. The Dare

The Dare merupakan band dari Lombok yang memainkan twee pop dengan nuansa nostalgia yang kental.

Terbentuk secara tidak sengaja pada 2018, grup ini terdiri dari Meigali (bass), Riri (vokal, gitar), Desita (drum), dan Yolanang (gitar). Nama "Dare" sendiri memiliki dua arti yakni "berani" dalam Bahasa Inggris dan "gadis" dalam Bahasa Sasak.

Mini album pertama mereka, Inthrovvert, dirilis pada Record Store Day Lombok 2018 dan langsung mendapat respons positif.

Lagu-lagu The Dare banyak mengangkat isu perempuan dan perjuangan melawan kekerasan seksual, baik di atas panggung maupun dalam lirik-lirik mereka.

Ini menjadikan mereka lebih dari sekadar band indie, The Dare adalah suara lantang dari Timur Indonesia yang layak didengar.

4. Voice of Baceprot (VoB)

Tak lengkap membicarakan band perempuan tanpa menyebut Voice of Baceprot atau VoB. Trio metal asal Garut ini diisi oleh Marsya (vokal, gitar), Widi (bass), dan Siti (drum).

Sejak berdiri pada 2014, VoB telah menarik perhatian global lewat keberanian mereka memainkan musik metal sembari mengenakan hijab.

Nama "Baceprot" berarti "berisik" dalam Bahasa Sunda yang merupakan cerminan dari energi dan semangat mereka.

VoB telah merilis berbagai karya seperti School Revolution (2018), EP The Other Side of Metalism (2021), dan album Retas (2023).

Melansir dari Jawapos.com, Mereka juga sempat tur ke berbagai negara Eropa, serta mendapat pujian dari musisi kelas dunia seperti Flea (Red Hot Chili Peppers) dan Tom Morello (Rage Against the Machine).

Meski menghadapi banyak kritik karena penampilan mereka yang tidak lazim dalam skena metal, VoB tetap konsisten menyuarakan isu perempuan, perdamaian, dan hak-hak asasi manusia melalui musik.

Mereka bahkan menyebut diri sebagai “The Next Dara Puspita”, menegaskan misi besar mereka untuk mengukir sejarah.

5. FLEUR!

Dilansir dari Instagram @kemenpar.ri,  FLEUR! merupakan band yang terinspirasi langsung dari Dara Puspita.

FLEUR! awalnya dikenal dengan nama Flower Girls, sebuah band tribute untuk sang legenda. Namun sejak 2020, mereka mulai berkarya dengan nama baru. Grup ini terdiri dari Tanya (vokal, gitar), Yuvi (bass, vokal), dan Tika (drum).

FLEUR! mulai mencuri perhatian lewat single Muka Dua dan merilis beberapa karya lainnya seperti Lagu Lama, Merona, Suara Disko, dan Juwita Malam.

Mereka merilis album penuh bertajuk Fleur Fleur FLEUR! pada 2022 yang menampilkan nuansa pop-retro dengan sentuhan modern.

Musik mereka menggabungkan estetika masa lalu dengan lirik-lirik yang relevan untuk pendengar masa kini. Semangat nostalgia ala 60-an berpadu apik dengan energi baru yang mereka tawarkan di atas panggung.

Musik Perempuan, Suara Perubahan
Band-band perempuan Indonesia bukan hanya hadir sebagai hiburan, tapi juga membawa pesan penting tentang kebebasan, kesetaraan, dan pemberdayaan.

Dari Dara Puspita hingga Voice of Baceprot, semuanya menunjukkan bahwa musik bisa menjadi alat perjuangan yang kuat baik untuk bersuara, berekspresi, maupun melawan stereotip. Mereka membuktikan bahwa panggung musik Indonesia punya ruang luas bagi siapa saja, tanpa terkecuali.

***
Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore