Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Maret 2025 | 22.40 WIB

Kemiripan Arc Semut di Solo Leveling dan Hunter x Hunter, Kebetulan atau Terinspirasi?

Anime Solo Leveling. (4kwallpapers.com) - Image

Anime Solo Leveling. (4kwallpapers.com)

JawaPos.com – Dunia anime dan manhwa sering kali memunculkan perdebatan soal kemiripan alur cerita. Salah satu yang paling hangat dibahas belakangan ini adalah arc semut di Solo Leveling yang dinilai mirip dengan arc Chimera Ant dari Hunter x Hunter.

Dilansir dari Screenrant, banyak penggemar menganggap bahwa arc semut di Solo Leveling terlalu banyak mengambil elemen dari Chimera Ant, mulai dari konsep makhluk semut raksasa yang menjadi ancaman besar hingga struktur konflik yang terjadi.

Namun, apakah benar Solo Leveling hanya meniru tanpa menambahkan sesuatu yang baru? Atau ini hanyalah bentuk penghormatan terhadap karya legendaris?

Kemiripan Arc Semut di Solo Leveling dan Chimera Ant Hunter x Hunter

Tak bisa dipungkiri, ada banyak elemen serupa antara kedua arc ini. Dalam Hunter x Hunter, semut Chimera adalah ancaman mengerikan yang berevolusi menjadi makhluk dengan kekuatan luar biasa, bahkan melebihi manusia.

Sementara itu, dalam Solo Leveling, Jinwoo juga menghadapi koloni semut yang sangat kuat dan menjadi rintangan besar dalam perjalanannya.

Selain itu, latar belakang cerita juga cukup mirip. Kedua seri ini menggambarkan bagaimana ancaman semut awalnya diremehkan sebelum akhirnya berkembang menjadi konflik yang sangat serius. Bahkan, konsep hierarki dalam koloni semut, dengan satu pemimpin utama yang hampir tak terkalahkan, juga ada di kedua cerita ini.

Namun, apakah kemiripan ini berarti Solo Leveling menjiplak Hunter x Hunter? Tidak sesederhana itu.

Solo Leveling Fokus pada Aksi, Bukan Filosofi

Salah satu perbedaan terbesar antara kedua arc ini adalah bagaimana cerita tersebut dieksekusi. Hunter x Hunter dikenal sebagai seri yang sangat filosofis, dengan arc Chimera Ant mengeksplorasi konsep moralitas, evolusi, dan batasan antara manusia dan monster.

Karakter seperti Meruem memiliki kedalaman emosional yang kompleks, membuat arc ini lebih dari sekadar pertempuran antara pahlawan dan musuh.

Sebaliknya, Solo Leveling sejak awal memang tidak berusaha menjadi cerita yang mendalam secara filosofis. Fokus utama dari manhwa ini adalah aksi spektakuler dan perkembangan kekuatan Jinwoo sebagai protagonis yang terus menjadi lebih kuat.

Arc semut dalam Solo Leveling lebih berfungsi sebagai ajang pertarungan penuh aksi, tanpa banyak eksplorasi moralitas seperti yang ada di Hunter x Hunter.

Dengan kata lain, Solo Leveling tidak mencoba menjadi Hunter x Hunter versi lain. Arc semutnya lebih difokuskan sebagai arena pertarungan epik, yang merupakan inti dari daya tarik seri ini.

Apakah Mengambil Inspirasi Berarti Plagiarisme?

Di dunia anime dan manga, mengambil inspirasi dari karya sebelumnya bukanlah hal yang aneh. Bahkan, Hunter x Hunter sendiri banyak mengambil elemen dari seri klasik seperti Dragon Ball dan Fist of the North Star.

Yang membedakan antara inspirasi dan plagiarisme adalah bagaimana sebuah cerita mengadaptasi elemen tersebut. Dalam kasus Solo Leveling, meskipun ada kemiripan konsep dengan arc Chimera Ant, cerita ini tetap berjalan sesuai dengan identitasnya sendiri.

Jinwoo bukanlah Gon, dan semut di Solo Leveling tidak memiliki kedalaman psikologis seperti Chimera Ants.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore