Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Maret 2025 | 19.22 WIB

Dari Gojo Hingga Maki, 8 Momen di Jujutsu Kaisen yang Bikin Fans Kecewa

Anime Jujutsu Kaisen. (Amazon)

JawaPos.comJujutsu Kaisen adalah salah satu anime dan manga paling populer saat ini, dengan animasi yang luar biasa dari MAPPA, karakter-karakter yang berkembang secara dinamis, dan pertarungan intens yang memamerkan kekuatan jujutsu sorcery terbaik. Namun, meskipun memiliki banyak keunggulan, seri ini tetap tidak luput dari kekurangan.

Dilansir dari Screenrant, ada delapan momen dalam Jujutsu Kaisen yang dirasa kurang memuaskan oleh penggemar.

Beberapa alur cerita terasa terburu-buru, karakter yang seharusnya punya peran besar malah tersisih, dan beberapa peristiwa penting tidak mendapatkan porsi pengembangan yang cukup. Berikut beberapa momen yang membuat Jujutsu Kaisen terasa kurang sempurna.

1. Gojo dan Geto Tak Pernah Berdamai

Persahabatan antara Gojo Satoru dan Geto Suguru adalah salah satu elemen paling emosional dalam Jujutsu Kaisen. Keduanya pernah bermimpi menyelamatkan umat manusia dari cursed spirits, tetapi akhirnya berjalan di jalur yang berlawanan. Geto memilih jalur kegelapan, sementara Gojo tetap teguh sebagai penyihir jujutsu.

Mereka bertemu untuk terakhir kalinya dalam momen yang tragis, di mana Geto meminta Gojo untuk “mengutuknya sedikit saja” sebelum akhirnya tewas. Setelah kematiannya, tubuh Geto bahkan diambil alih oleh Kenjaku, menutup kemungkinan rekonsiliasi antara keduanya.

Fans yang berharap akan ada kesempatan bagi Gojo dan Geto untuk kembali menjadi teman harus menerima kenyataan pahit bahwa persahabatan mereka benar-benar berakhir tragis.

2. Pembantaian Klan Zenin oleh Maki Terlalu Cepat

Maki Zenin menjadi salah satu karakter yang mengalami perkembangan luar biasa, tetapi salah satu momen terbesarnya justru terasa terlalu terburu-buru.

Setelah bertahun-tahun ditekan oleh keluarganya sendiri, kematian saudari kembarnya, Mai, menjadi pemicu utama Maki untuk menghabisi seluruh Klan Zenin.

Meski pembantaian ini menunjukkan perkembangan kekuatan Maki dan melambangkan kemarahannya terhadap klan yang menindasnya, kejadian ini terasa terlalu cepat berlalu tanpa banyak dampak jangka panjang bagi karakter lain. Seharusnya, momen sebesar ini bisa mendapat eksplorasi lebih mendalam dalam cerita.

3. Kembalinya Gojo dari Prison Realm Terlalu Tergesa-gesa

Momen ketika Gojo Satoru kembali dari Prison Realm seharusnya menjadi salah satu yang paling epik dalam seri ini. Namun, meskipun banyak penggemar merasa lega dengan kembalinya karakter terkuat ini, adegan tersebut terasa kurang emosional.

Tidak ada banyak waktu bagi karakter lain untuk benar-benar bereaksi terhadap kembalinya Gojo. Sebaliknya, ia langsung dilempar kembali ke medan pertempuran untuk menghadapi Sukuna tanpa ada jeda.

Jika adegan ini diberi lebih banyak ruang untuk berkembang, kembalinya Gojo bisa terasa lebih monumental dan berkesan.

4. Kurangnya Waktu di Jujutsu High

Sebagai sekolah yang menjadi pusat pelatihan para penyihir muda, Jujutsu High seharusnya memiliki peran yang lebih besar dalam cerita. Namun, sebagian besar alur cerita Jujutsu Kaisen justru terjadi di luar sekolah.

Selain Kyoto Sister-School Goodwill Event, sangat sedikit momen yang memperlihatkan kehidupan para karakter di Jujutsu High. Padahal, lebih banyak adegan yang berfokus pada interaksi di sekolah bisa memberikan breathing room bagi cerita dan memperkuat perkembangan karakter.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore