Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Januari 2025 | 17.32 WIB

Tim Produksi Drakor When the Phone Rings Minta Maaf usai Dianggap Rendahkan Bahasa Isyarat

Drama Korea When the Phone Rings tuai kontroversi (HanCinema) - Image

Drama Korea When the Phone Rings tuai kontroversi (HanCinema)

JawaPos.com - Drama Korea When the Phone Rings memang sudah tamat pada 4 Januari 2025 kemarin. Meski begitu, drakor yang dibintangi oleh Yoo Yeon-seok dan Chae Soo-bin tersebut masih jadi perbincangan hangat sampai saat ini.

Sayangnya, perbincangan terkait When the Phone Rings tidak selalu memiliki konteks positif. Sebab, belum lama ini drakor tersebut dianggap memiliki adegan kontroversial yang sampai membuat tim produksinya meminta maaf kepada publik.

Kontroversi ini muncul berkaitan salah satu adegan di episode pertamanya yang tayang pada 22 November 2024 lalu. Di adegan tersebut, Hong Hee-joo (Chae Soo-bin) sedang melakukan interpretasi menggunakan bahasa isyarat atas sebuah berita tentang bencana di gunung.

Bahasa isyarat untuk gunung pun dilakukan dengan menunjukkan gestur jari tengah. Namun, siaran berita di TV tempat Hee-joo bekerja tiba-tiba terhenti, dan layarnya menampilkan Hee-joo sedang mengacungkan jari tengah, gestur yang lebih dikenal sebagai bentuk umpatan kasar.

Meski diniatkan sebagai lelucon, adegan ini ternyata mengundang kecaman dari komunitas tuna rungu di Korea Selatan. Sebab, adegan tersebut dianggap telah merendahkan bahasa isyarat, yang seharusnya jadi media komunikasi vital bagi orang dengan disabilitas.

Dilansir dari Kbizoom, perwakilan MBC selaku stasiun TV yang memproduksi serial When the Phone Rings pun meminta maaf atas adegan tersebut pada Senin (20/1). Mereka mengaku bahwa tidak ada maksud untuk menyinggung komunitas tuna rungu lewat adegan tersebut.

“Kami minta maaf atas kegaduhan terkait satu adegan berkaitan bahasa isyarat. Tujuannya bukanlah untuk mengejek atau meremehkan bahasa isyarat, yang merupakan alat komunikasi yang berharga bagi tuna rungu,” ungkap perwakilan pihak MBC.

Mereka juga meminta maaf karena adegan tersebut kabarnya telah membuat komunitas tuna rungu mendapatkan ejekan yang menggunakan gestur serupa. Pihak MBC pun berjanji akan lebih berhati-hati lagi dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Selain kontroversi dengan komunitas tuna rungu, drakor When the Phone Rings juga menuai kontroversi karena diduga memparodikan konflik Palestina-Israel di episode terakhirnya. Meski begitu, sampai saat ini pihak MBC belum buka suara apapun tentang kontroversi tersebut.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore