Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Oktober 2024 | 17.08 WIB

Hybe Menghadapi Pemeriksaan Atas Dugaan Menutup-Nutupi Kematian Karyawan yang Bekerja Terlalu Keras

CEO ADOR, Kim Joo Young sebagai perwakilan dari HYBE./Allkpop - Image

CEO ADOR, Kim Joo Young sebagai perwakilan dari HYBE./Allkpop

JawaPos.com - Kecurigaan kepada HYBE dibahas selama audit Majelis Nasional, dimana perusahaan tersebut menutupi kematian seorang karyawan, karena terlalu banyak bekerja.

Pada tanggal 15 Oktober 2024, Komite Lingkungan dan Tenaga Kerja Majelis Nasional (disebut sebagai Komite Lingkungan) mengadakan dengar pendapat, terkait tuduhan perundungan di tempat kerja yang diajukan oleh anggota NewJeans, Hanni.

CEO ADOR, Kim Joo Young dan Hanni NewJeans hadir sebagai saksi dan referensi, masing-masing untuk menanggapi pertanyaan terkait dari anggota parlemen.

“Apakah benar, ada karyawan HYBE yang pingsan saat bekerja di kantor pada bulan Februari 2022, dibawa ke rumah sakit, dan kemudian meninggal dunia?” tanya Jeong Hye Kyung, anggota Komite Lingkungan Hidup, kepada CEO Kim Joo Young.

“Sepengetahuan saya, insiden tersebut terjadi pada bulan September 2022. Sayangnya, orang tersebut pingsan saat ditemukan, dan dibawa ke rumah sakit, tetapi meninggal beberapa hari kemudian karena kondisi kesehatannya,” jelas CEO Kim.

“Komite Lingkungan melihat ini sebagai kasus kematian, akibat terlalu banyak bekerja," balas Jeong Hye Kyung.

"Pada saat itu, ekspansi anak perusahaan HYBE menyebabkan karyawan mengelola beberapa grup idola secara bersamaan, termasuk jadwal di luar negeri, yang mengakibatkan jam kerja yang berlebihan.”

“Tidak ada klaim kecelakaan kerja yang diajukan ke Layanan Kompensasi dan Kesejahteraan Pekerja Korea."

"Tampaknya ini adalah kasus kerja berlebihan, dan saya mempertanyakan apakah ada upaya untuk menutup-nutupi hal ini.”

Kim Joo Young membantah tuduhan tersebut, dengan menyatakan, “Tidak ada yang ditutup-tutupi,” dan menjelaskan bahwa keputusan untuk tidak melakukan otopsi dibuat oleh keluarga mendiang.

“Begitulah cara menutup-nutupi terjadi, melalui kesepakatan dengan keluarga yang ditinggalkan. Tolong verifikasi detail insiden tersebut dan berikan kami laporan yang akurat,” komentar Jeong Hye Kyung mengenai pernyataan Kim.

Setelah sidang, seseorang yang mengaku sebagai mantan rekan kerja mendiang karyawan HYBE memposting secara online.

“Itu bukan penyakit pribadi (bawaan). Dia adalah seorang karyawan muda, dan pada saat itu, banyak rekan kerja yang menghadiri peringatan dan pemakamannya."

"Keluarga yang berduka, bahkan menulis pesan terima kasih di forum internal perusahaan."

"Tidak masuk akal, untuk mengklaim bahwa tidak ada klaim kecelakaan kerja yang diajukan. Bagaimana mungkin mendiang melakukan hal itu?” tulis mantan kerja tersebut.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore