Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Mei 2024 | 18.58 WIB

Pengamanan Konser Musik Cadas, Penonton Perempuan Dijaga Petugas dan Penonton Lainnya

SIGAP: Dua petugas keamanan membantu penonton perempuan di depan panggung Loud Carnival 4 di Jatim Expo Surabaya pada 9 Maret lalu. - Image

SIGAP: Dua petugas keamanan membantu penonton perempuan di depan panggung Loud Carnival 4 di Jatim Expo Surabaya pada 9 Maret lalu.

KONSER musik cadas memang didominasi penonton laki-laki. Tapi, pasti ada penonton perempuan juga di antara kerumunan. Di sejumlah konser rock besar yang disaksikan wartawan Jawa Pos Fahmi Samastuti, para penonton perempuan tetap bisa menikmati konser dengan aman dan nyaman. Mereka bahkan jadi ”prioritas”.

Konser Dream Theater di Stadion Manahan, Surakarta, pada Agustus 2022 misalnya. Sejumlah perempuan terlihat berdiri di barisan depan. Bahkan, ada ibu hamil yang menonton didampingi sang suami. Nekat? Tidak juga. Para petugas keamanan sangat sigap.

Faktanya, saat band membawakan lagu-lagu bertempo tinggi, petugas keamanan yang berjaga tepat di depan barikade langsung mengamankan mereka. Para penonton perempuan diarahkan ke area yang lebih aman.

Konser yang menyediakan moshpit pun relatif aman untuk perempuan. Sebut saja Hammersonic dan Program Party Seringai tahun lalu atau aksi band thrash metal Power Trip di Jogjarockarta #3 pada 2019. Ketika moshpit memanas dengan kerumunan yang sibuk moshing, para penonton yang tak ikut dalam pusaran segera mengimbau para penonton perempuan untuk menepi.

Ada juga penonton yang mengarahkan para penonton perempuan berkumpul jadi satu agar lebih aman. Kalaupun penonton perempuan ikut moshing, biasanya mereka dijaga para penonton lain, entah kenal atau tidak. Mereka bakal memastikan para penonton perempuan itu ”terpagari”.

Namun, perempuan yang gemar menonton konser musik dengan irama mengentak memang perlu banyak bekal. Sebab, selain harus bisa mengamankan diri dari moshing atau crowd surfing yang dalam sekejap mata bisa menjadi tak terkendali, mereka harus bisa menjaga diri dengan baik. Di lautan penonton ada saja yang suka memanfaatkan situasi. Mulai catcalling hingga tindak kekerasan dan pelecehan seksual.

Poin itu menjadi perhatian khusus The Dare, band indie asal Lombok yang empat personelnya perempuan semua. Tiap kali pentas, mereka selalu mengusung pesan-pesan edukatif tentang konser yang aman dan nyaman. Sebab, acara musik adalah pengalaman kolektif, yang seharusnya dinikmati oleh siapa saja yang hadir di sana.

”Kita bersama-sama melawan tindak pelecehan seksual di konser musik dan saling menjaga satu sama lain guna membangun ruang aman untuk bersama,” tegas perwakilan The Dare di medsos menjelang rangkaian tur mereka pada September 2022. (*/c9/hep)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore