
Penampilan Kai Mata dalam Iklim Fest, Ubud, Sabtu (4/11).
JawaPos.com – Iklim Fest merupakan festival musik pertama di Indonesia yang menerapkan ramah lingkungan dengan menggunakan konsep ‘Reuse Protocol’ atau ‘protokol guna ulang’.
Para pengunjung Iklim Fest dilarang membawa plastik atau barang apapun yang terbuat dari plastik ke dalam area festival, yang diselenggarakan di Monkey Forest, Ubud, Bali, Sabtu (4/11).
Iklim Fest ini diselenggarakan oleh Diet Plastik Indonesia bekerja sama dengan Yowana Padangtegal serta 13 Musisi Indonesia yang tergabung dalam Music Declares Emergency (MDE) Indonesia.
“Jadi (festival musik) ini pertama kalinya reuse protocol diterapkan di Indonesia,” terang Tiza Mafira, Direktur Eksekutif Diet Plastik Indonesia selaku salah satu penyelenggara Iklim Fest, Sabtu (4/11).
Menurut Tiza Mafira, reuse protocol atau protokol guna ulang merupakan prinsip mengkonsumsi atau menggunakan barang yang terus bisa digunakan kembali, sehingga tidak berakhir menjadi sampah.
Tiza mengatakan, pembeli membeli makanan atau minuman yang dibutuhkan adalah makanan atau minumannya, sedangkan kemasannya yang terbuat dari plastik tidak pernah menjadi milik dari pembeli.
“Prinspinya sederhana, sebenarnya setiap kali ada yang jualan barang, baik itu makanan, baik itu shampo, atau apapun sebenarnya yang dibeli sama konsumen itu adalah yang mau dikonsumsi. Kemasannya itu sebenarnya tidak perlu kita miliki,” katanya.
“Nah oleh karena itu kemasannya itu hanya dipinjamkan saja kepada konsumen. Nah itu sistem guna ulang, dimana kemasannya tidak pernah menjadi milik konsumen, kemudian karena hanya dipinjamkan ditarik kembali sama yang punya kemasan untuk digunakan kembali,” lanjutnya.
Protokol guna ulang yang demikianlah yang diterapkan dalam Iklim Fest ini, dimana 13 musisi Indonesia akan menampilkan lagu mereka secara perdana yang mengusung tema krisis lingkungan.
Dalam protokol guna ulang, terdapat elemen-elemen yang harus hadir sehingga festival bisa berjalan dengan lancar tanpa memberatkan penonton selayaknya festival-festival musik pada umumnya.
“Jadi ada 4 unsur lah dalam protokol guna ulang. Yang pertama, unsur vendor yang jual makan dan minum, yang kedua ada reuse operator yang menyediakan wadah yang bisa digunakan ulang, yang ketiga ada pencucian, yang keempat ada logistik yang mengembalikan wadah-wadah ke vendor untuk digunakan lagi,” jelasnya.
Meskipun para pengunjung tidak diperkenankan untuk membawa barang-barang yang terbuat dari plastik, dengan adanya 4 elemen protokol guna ulang, maka pengunjung akan tetap merasa nyaman.
“Prinsipnya dalam reuse protocol adalah kita anti ribetin pengunjung. Pokoknya pengunjung itu harus happy, pengunjung itu harus merasa kayak datang ke festival musik, mikirin musiknya aja. Panitia rela untuk sedikit lebih ribet,” kata Tiza.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
