Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Oktober 2023 | 17.52 WIB

Serial Rencana Besar yang Layak Di-Binge-watching, Kisah Heist dengan Akar Politik

Cuplikan serial Rencana Besar di Prime Video. - Image

Cuplikan serial Rencana Besar di Prime Video.

Universal Bank of Indonesia (UBI) kehilangan dana nasabah Rp 17 miliar. Dalangnya misterius. Aliran dananya juga tidak terlacak. Kasus itu pun menjadi puncak gunung es akan masalah yang lebih besar, kotor, dan penuh intrik.

---

UBI berhasil melalui masa-masa sulit dengan mulus. Mereka kukuh bertahan usai krisis moneter pada1998 dan 2008, bahkan di kondisi ekonomi yang terpuruk selama pandemi. Komisaris UBI Surya Nawasena (Arswendy Bening Swara) pun percaya diri maju untuk pemilihan presiden.

Di balik kondisi baik itu, UBI sebenarnya sedang genting. Mereka melakukan perampingan karyawan besar-besaran. Pihak direksi juga memotong upah karyawan di bawah UMR. Aksi demo dilakukan di bawah komando Rifad (Adipati Dolken), staf HRD yang juga pimpinan serikat kerja, beserta tiga rekannya.

Dalam waktu nyaris beriringan, UBI juga kehilangan dana nasabah sebesar Rp 17 miliar. Kehilangan itu langsung ditangani dengan cepat. Surya mengutus Wakil Direktur Agung (Khiva Iskak) untuk melapor. Kasus tersebut resmi ditangani Makarim (Dwi Sasono), detektif unit cybercrime, beserta tim

Penelusuran segera dilakukan. Seluruh pegawai –mulai teller, audit, sampai divisi TI– dimintai keterangan. Makarim menyimpulkan, ada empat nama yang potensial: Rifad yang vokal, pegawai baru divisi TI Reza (Chicco Kurniawan), staf marketing yang juga influencer Amanda (Hanggini), dan Ayumi (Prisia Nasution), auditor internal yang pertama melaporkan kehilangan dana.

Empat nama tersebut dipastikan dalam ancaman. Namun, tanpa mereka (serta Makarim) ketahui, kehilangan Rp 17 miliar hanya awal. Ada hal lebih besar yang tersembunyi di balik nominal ’’kecil” itu. Butuh rencana matang dan nyali besar untuk mengungkap kebenaran di balik kehilangan tersebut.

Serial Rencana Besar merupakan adaptasi novel berjudul sama karya Tsugaeda. Namun, di versi serial, sutradara Danial Rifki dan penulis naskah Titien Wattimena lebih banyak mengupas jalinan konflik, baik dalam diri karakter maupun antartokoh.

Dengan penuturan cepat dan alur maju-mundur, Rencana Besar menjadi drama heist yang asyik untuk binge watching. Penggemar bukunya pun bakal mendapat pengalaman baru lantaran cerita tidak hanya dituturkan lewat tokoh Makarim.

Meski, kekurangannya, banyak bagian yang terasa hilang demi mengejar cerita utuh dalam enam episode. Sutradara Danial Rifki menyatakan, dirinya memang ingin membawa penyegaran cerita di versi alih wahana.

’’Masuknya tambahan tentang pencurian data dan pandemi memang dilakukan supaya relevan dengan penonton dan situasi sekarang,” ungkapnya dalam wawancara eksklusif pada akhir bulan lalu.

Ketimbang fokus pada latar finansial dan penyelidikan, dia ingin mengambil sudut pandang penceritaan baru lewat para karakter. ’’Apalagi, cast kami sangat bagus. Masing-masing tokoh kami eksplorasi, mengapa mereka melakukan itu? Seperti apa keluarga dan masa lalu mereka,” imbuhnya.

Untuk mendapatkan karakter yang ’’dalam”, proses praproduksi pun dibuat panjang. Masing-masing tokoh dibebaskan untuk melakukan riset. Menurut pemeran Reza, Chicco Kurniawan, salah satu PR besarnya adalah mempelajari isu di tahun 1998, yang dipaparkan cukup panjang dalam cerita.

’’Tantangannya, memahami konteks era itu supaya bisa memahami pengembangan karakterku,” ungkapnya. Dwi Sasono menilai, paduan genre serta persinggungan fiksi dengan isu politik tanah air menjadi daya tarik dalam Rencana Besar. (fam/c6/ayi)

TAHUKAH ANDA?

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore