
Deryck Whibley dari Sum 41, tampil di Kota London dalam tur Blame Canada bersama band Simple Plan, pada Oktober.
JawaPos.com–Sum 41 datang dengan kabar kurang menggembirakan melalui unggahan di akun media sosialnya. Band pop punk asal Kanada itu mengumumkan kepada para penggemar dan penikmat musik akan bubar setelah 27 tahun berkarya.
Dalam pengumumannya tersebut, Sum 41 tak menjelaskan alasan kenapa akhirnya memutuskan bubar. Namun yang pasti, sebelum membubarkan diri, Sum 41 akan menyelesaikan semua tur tahun ini dan akan merilis album terakhir kenang-kenangan untuk para penggemar berjudul Heaven: x: Hell. Momen itu juga menjadi semacam perayaan Sum 41 di akhir perjalanannya.
”Berada di Sum 41 sejak 1996 memberi kami beberapa momen terbaik dalam hidup kami,” tulis Sum 41 dalam pengumumannya di akun media sosial, dikutip dari Nytimes.com, Selasa (9/5).
”Kami selamanya berterima kasih kepada penggemar kami baik lama maupun baru, yang telah mendukung kami dalam segala hal. Sulit untuk mengartikulasikan cinta dan rasa hormat yang kami miliki untuk Anda semua dan kami ingin Anda mendengar ini dari kami terlebih dahulu,” imbuh Sum 41.
New York Time menyebut, pengumuman bubarnya Sum 41 disambut sedih para penggemar. Banyak dari mereka terkenang akan masa-masa muda mereka karena kerap mendengarkan lagu-lagu dari pemilik single hit Fat Lip tersebut.
McKenty, pembuat serial YouTube The Punk Rock MBA yang menampilkan episode The Strange History of Sum 41 mengatakan, Sum 41 berada di puncak popularitas dari musik pop punk awal 2000-an.
”Untuk dapat menaiki gelombang hype tipe MTV yang mereka miliki dan mengubahnya menjadi karir dengan umur panjang dan rasa hormat yang nyata adalah hal langka yang dapat mereka lakukan,” kata Mr. McKenty.
Mike Damante, penulis Hey Suburbia: A Guide to the Emo/Pop-Punk Rise, mengatakan, Sum 41 termasuk salah satu band pop-punk populer pertama yang berhasil memadukan metal dan hip-hop. Namun sayangnya pemilik album All Killer No Filler harus mengakhiri perjalanan karirnya di dunia musik.
”Periode waktu yang sangat nostalgia untuk saat ini dalam musik,” kata Mike Damante.
Pada awal perjalanan karir, grup musik itu sepertinya sukses menangkap semangat kegembiraan remaja pinggiran kota. Dibentuk di pinggiran Kota Toronto pada 1996, mereka mencoba mendapatkan perhatian dengan memfilmkan diri mereka melakukan hal-hal bodoh seperti menembaki orang dengan air dan lain-lain.
Manajer band itu kemudian mengirimkan versi video berdurasi tiga menit kepada perusahaan rekaman. Menariknya hanya dalam hitungan minggu, banyak label di Amerika berlomba-lomba mengontrak Sum 41.
Band Sum 41 berada di puncak kejayaan pada awal 2000-an seiring meroketnya pop punk di televisi dan kerap muncul dalam film-film seperti Spider-Man, Dude, Where's My Car? dan Bring It On.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
