
DUEL MENDEBARKAN: Joe Taslim sebagai Kurutai (kanan) beradu pedang dengan Jang Hyuk yang memerankan Tae-yul dalam adegan klimaks The Swordsman. (Opus Pictures for Jawa Pos)
Film-film Korea menjadi salah satu sajian utama di masa dibukanya kembali bioskop komersial. Salah satunya The Swordsman, film sejarah atau sageuk berlatar era Joseon. Selain aktor laga andalan Korea Jang Hyuk, ada aktor kenamaan Indonesia Joe Taslim yang memulai debut aktingnya di film Korea.
---
Swordsman berkisah tentang Tae-yul (Hyuk), ahli pedang yang penglihatannya menurun karena cedera di mata. Tae-yul punya seorang anak perempuan, Tae-ok (Kim Hyeon-soo), yang dengannya Tae-yul ingin menghabiskan sisa hidup setelah tak menjadi ahli pedang.
Sayang, keinginan Tae-yul untuk hidup bahagia bersama putrinya terancam ketika Tae-ok dijadikan salah satu budak oleh Kurutai (Joe Taslim). Tae-yul tak punya pilihan selain kembali menggunakan pedangnya untuk menghentikan Kurutai. Seiring waktu, penglihatan Tae-yul terus memburuk.
Sutradara dan penulis Choi Jae-hoo secara apik memadukan aspek laga, sejarah, dan drama keluarga. Dia tak ingin membuat film laga yang hanya menampilkan adegan perkelahian sebagai ajang show-off. ’’Mereka bertarung karena punya kepercayaan atau motif yang khas,’’ ujar Jae-hoo dalam rilis resmi.
Meski sarat adegan pertumpahan darah dan perbudakan, napas Swordsman ada pada ikatan emosional Tae-yul dan Tae-ok sebagai ayah dan anak. Jae-hoo sebagai sutradara dan penulis naskah tahu betul cara memainkan emosi penonton. Setelah adegan-adegan adu pedang yang sangar dan mendebarkan, hati kita bakal dibuat ambyar saat Tae-yul dan Tae-ok bertemu kembali pasca berpisah dalam suasana haru. Kita bisa melihat bahwa swordsman dingin seperti Tae-yul punya sisi melankolis sebagai ayah.
Hyuk sendiri mengakui, salah satu hal tersulit selama bermain di The Swordsman ialah memperkuat karakternya. Bagi aktor laga yang sudah 20 tahun bermain film itu, karakter Tae-yul sangat spesifik sehingga membutuhkan treatment emosi yang pas.
Selain berlatih pedang, Hyuk juga melakukan persiapan khusus untuk peran Tae-yul. Yakni, berlatih menggunakan penutup mata untuk mengasah emosi dan perasaan petarung pedang yang hampir buta. ’’Tae-yul memang minim ekspresi, tapi perasaannya sangat kuat,’’ kata Hyuk.
Sementara itu, The Swordsman adalah tantangan bagi Joe. Selain kali pertama bergabung dengan proyek film Korea, aktor Star Trek Beyond itu juga kali pertama beraksi dengan pedang. Soal chemistry, Joe menunjukkan bahwa dirinya bisa dipasangkan dengan aktor mana pun. Hal itu terlihat pada adegan klimaks saat Joe dan Hyuk berada di satu layar. ’’Hyuk-hyung benar-benar tahu cara merespons tiap gerakan action saya, dan kami seperti sudah berteman lama. Jadi, adegan klimaks bisa asyik mainnya,’’ papar Joe.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
