Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 22 September 2020 | 04.16 WIB

Biaya Produksi Series Serigala Terakhir Membengkak saat Pandemi

Aktor Abimana Aryasatya berpose saat menghadiri acara peluncuran film Gundala di Jakarta, Rabu (28/8/2019). Film yang diangkat dari komik karya Harya Suraminata (Hasmi) itu akan tayang secara serentak di bioskop Indonesia pada 29 Agustus 2019. Foto: Dery - Image

Aktor Abimana Aryasatya berpose saat menghadiri acara peluncuran film Gundala di Jakarta, Rabu (28/8/2019). Film yang diangkat dari komik karya Harya Suraminata (Hasmi) itu akan tayang secara serentak di bioskop Indonesia pada 29 Agustus 2019. Foto: Dery

JawaPos.com — Serial Serigala Terakhir akan tayang melalui OTT Video mulai Jumat (25/9) mendatang. Series ini akan tayang setiap minggu dan memiliki 6 episode.

Sekalipun hanya sebuah serial, proses penggarapan project arahan sutradara Tommy Dewo ini digarap sangat serius dengan standar penggarapan sebuah film. Apalagi Serigala Terakhir ini alur ceritanya dikembangkan dari film dengan judul yang sama tayang pada 2009 silam.

Wicky Olindo selaku produser mengatakan penggarapan serial ini membutuhkan usaha yang lebih keras mengingat proses syutingnya dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19. Bukan hanya proses syutingnya yang sedikit ribet karena harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan, biaya yang dihabiskan juga membengkak.

“Secara general semua produksi di masa pandemi ada peningkatan bajet. Ketika kita melakukan protokol kesehatan, domino efek pasti terjadi,” kata Wicky Olindo dalam jumpa pers virtual pada hari ini Senin (21/9).

Sama dengan di film, serial Serigala Terakhir juga dibintangi oleh Abimana Aryasatya. Dia memerankan karakter Alex, salah satu anggota mafia yang sempat mendekam di dalam penjara selama 10 tahun akibat ulahnya. Alex kemudian bebas dan ingin berubah ke jalan yang benar. Namun untuk menjadi orang yang benar rupanya merupakan tantangan tersendiri bagi Alex.

Abimana menekankan bahwa Serial Sergala Terakhir ini bukan sekedar menyuguhkan adegan laga atau fighting. Lebih dari itu, ada jalan cerita menarik yang dibangun sehingga akan dapat mengingat emosi penonton.

“Ini bukan sekdar action tapi juga ada drama keluarga. Disini semua adegan fighting akan lebih real. Ada gabungan bela diri tapi koreografinya dibuat lebih street fight,” tuturnya.

Hannah Al Rasyid mengaku senang bisa terlibat dalam Serial Serigala Terakhir. Ketika ditawari bergabung dalam project ini, dia langsung mengiakannya. Selain memang suka akan jalur cerita filmnya di tahun 2009, dia juga menerima karena sudah dekat dengan pemain dan sutradara.

“Gue cast terakhir yang gabung dalam project ini. Bisa meyakinkan gue join di project ini selain karena sudah tahu Serigala Terakhir jaman dulu, juga karena ada Abimana yang gue sudah kenal baik dan beberapa kali project bareng,” ungkapnya.

Sementara itu, Tommy Dewo selaku sutradara Serigala Terakhir mengatakan dirinya sejatinya cukup merasa terbebani ketika ditawarkan menggarap serial ini ini. Sebab film Serigala Terakhir dulu sukses dan memiliki penggemar fanatik sampai sekarang. Dia sadar ada sebuah risiko yang harus ditanggungnya. Serial ini pasti akan dibanding-bandingkan dengan film Serigala Terakhir karya sutradara Upi.

“Buat saya ini tantangan yang cukup berat karena filmnya sendiri legend lah ya. Pengaruhnya sampai sekarang masih kita rasain. Waktu ditawarin series ini lumayan berat. Bisa nggak ya kira-kira? Tapi kebetulan saya dapat cast yang luar biasa. Dukungan Screenplay juga luar biasa. Kendalanya ada beberapa pemain yang berhalangan dan segala macam. Terlepas dari itu kita bisa menyelesaikan serial ini dengan baik,” tuturnya.

Lokasi syuting serial Serigala Terakhir mengambil setting di sejumlah tempat di Jakarta. Lokasi syutingnya berpindah-pindah. Dipastikan dalam project ini semua lokasi syutingnya real dan tidak ada yang syuting di studio yang sengaja diset untuk keperluan syuting.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore