
Seo Kang Joon (kiri) Sebagai Im Eun Seob dan Park Min Young Sebagai Mok Hye Won (JTBC)
Dua orang teman dari masa SMA bertemu kembali. Masing-masing menjalani hidup yang biasa. Setelah belasan tahun, keduanya memulai lembaran baru dengan cerita berbeda.
---
MOK Hye-won (Park Min-young) berkarir sebagai guru cello di Seoul yang ternyata tidak seindah bayangannya. Dia melalui banyak rintangan yang membuatnya sakit hati. Hye-won memutuskan pulang kampung ke Bukhyeon. Di sana dia bertemu lagi dengan Im Eun-seob (Seo Kang-joon), teman seangkatannya di SMA.
Eun-seob juga sempat tinggal di kota. Namun, masa sulit membuatnya kembali ke Bukhyeon. Di kampung halamannya, Eun-seob mengelola toko buku Goodnight Bookstore. Eun-seob suka menulis rangkaian cerita pendek, kadang puisi, tentang seorang pria yang jatuh hati pada Irene. Cerita itu ditulisnya untuk Hye-won, karakter di balik Irene.
Di kampungnya tersebut, mereka berdua ”menyembuhkan diri” dari peristiwa yang tidak menyenangkan. Tiap harinya, Hye-won dan Eun-seob berusaha menjadi lebih baik lagi. Sekaligus, melepaskan diri dari masa lalu yang berat.
Drama adaptasi novel Lee Do-woo When the Weather is Fine menyuguhkan melodrama dengan ”tempo” pelan. Berbeda dengan tipikal drama romantis Korea lainnya. Dengan demikian, mungkin tidak semua penggemar K-drama akan jatuh hati dengan serial JTBC tersebut. Di Korea, drama itu pun terbilang underrated. Rating-nya ada di kisaran 1–2 persen, meski terus naik per pekannya.
Tim produksi memilih menonjolkan cerita lewat pengembangan karakter yang mendetail. Dua pemeran utama, Park Min-young dan Seo Kang-joon, punya chemistry yang apik. Min-young menuai pujian lantaran berhasil ”keluar” dari tipikal peran ceria dan menonjol.
”Mok Hye-won punya cerita yang sangat relatable dengan banyak orang. Ini bukan karakter yang bisa kuperankan dengan hanya sekali baca,” kata aktris berusia 34 tahun itu.
Sutradara Han Ji-seung menjelaskan, dia mempertahankan ciri khas novel aslinya yang puitis. Mood drama dibangun lewat sinematografi dan musik yang indah. ”Drama ini kami buat untuk memberikan rasa hangat untuk mereka yang berusaha lepas dari realitas yang kejam,” paparnya dikutip dari Korea Herald. Dia ingin dramanya seperti minuman hangat di hari bersalju yang dingin.
When the Weather is Fine

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
