Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Maret 2020 | 01.00 WIB

Hari Musik Nasional 2020, Miris Lagu Anak-anak Makin Jarang Diproduksi

Ilustrasi Album Lagu Anak-anak. Keberadaan lagu anak-anak era sekarang, makin tergerus oleh lagu-lagu dewasa. Kondisi init tak seperti era 90-an. - Image

Ilustrasi Album Lagu Anak-anak. Keberadaan lagu anak-anak era sekarang, makin tergerus oleh lagu-lagu dewasa. Kondisi init tak seperti era 90-an.

JawaPos.com - Hari Musik Nasional yang jatuh tepat pada hari ini, Senin (9/3), disambut dengan kegembiraan sekaligus kegelisahan oleh sejumlah seniman dan musisi. Pada satu sisi bangga karena ada hari untuk merayakan musik secara nasional. Namun pada sisi lain muncul kegelisahan karena permasalahan dalam dunia musik masih banyak.

Salah satunya adalah minimnya lagu untuk anak-anak. Jika dulu muncul penyanyi-penyanyi anak hebat yang menjadi kebanggaan Indonesia sampai sekarang seperti Tina Toon, Jushua Suherman, Agnez Mo, dan Sherina. Kini sudah semakin susah untuk mencari nama penyanyi anak atau penyanyi cilik. Meski beberapa tahun belakangan kita dibuat bagga oleh Naura, penyanyi anak yang kini beermetamorfosa menjadi penyanyi remaja.

Penyanyi anak kian jarang di Indonesia karena lagu-lagu anak semakin jarang diproduksi. Industri musik Tanah Air seakan semakin tidak mengakomodasi lagu-lagu anak. Hal itu diakui oleh penyanyi asal Jawa Timur, Nurbayan. Dia pun ikut miris lagu-lagu anak kian jarang terdengar. Gelisah lagu-lagu anak semakin jarang, pelantun lagu Pokoke Joget itu berkomitmen untuk membuat lagu untuk anak-anak di tahun ini.

"Iya memang (lagu anak semakin jarang).Insya Allah tahun ini saya akan bikin lagu anak- anak," ucap Nurnayan kepada JawaPos.com, Senin (9/3).

Sejak beberapa tahun belakangan Nurbayan sejatinya sudah sempat merasakan kegelisahan lagu-lagu anak mulai jarang terdengar. Di tahun lalu dia sedikitnya mengeluarkan dua lagu anak berjudul Sepeda dan Bangun Pagi.

"Terakhir bersama almarhum Mas Agung Hercules kita membuat karya anak-anak. Karena lagu anak-anak sekarang jarang," paparnya.

Nurbayan berharap media khususnya televisi bisa memberikan ruang yang proporsional akan lagu-lagu anak.

"Setiap tahun saya selalu membuat lagu anak-anak , tapi mungkin promosinya kurang. Jadi kita harapkan juga media televisi memberi wadah karya lagu anak-anak. Bukan sekedar film dan game-game," harapnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore