
Sutradara Film Keluarga Cemara Yandy Laurens memberikan tips membuat konten Vlog kreatif.
JawaPos.com - Nama Yandy Laurens di dunia perfilman makin dikenal setelah kesuksesannya menggarap film Keluarga Cemara. Sutradara berusia muda itu juga menanggapi positif karya kreativitas para vlogger atau YouTuber yang memiliki konten kreatif serta kemampuan editing yang baik.
Menurut Yandy, untuk menjadi Vlogger atau YouTuber kreatif pasti memiliki kebebasan ekspresi yang berbeda-beda. Tentu, juga didukung dengan pengetahuan dari mulai membuat konten, cara memegang kamera, hingga teknologi kamera yang mendukung.
"Merekam itu, di saat yang sama beri kebebasan pada semua orang. Kuncinya, jika ingin berkarya itu harus terus mencoba. Berkarya kan bertumbuh. Kalau nggak dicoba, nggak akan pernah tahu. Kalau nggak tahu, nggak akan belajar jadi lebih baik," jelas Yandy kepada JawaPos.com di sela-sela Penjualan Perdana Samsung Galaxy S10 Series: The Perfect 10, Jumat (8/3).
Apalagi, lanjutnya, teknologi dan media rekam memiliki harga yang terjangkau. Di sisi lain, kemampuannya juga sudah menghasilkan kualitas video yang terbaik.
"Media rekam sekarang terjangkau nggak kayak dulu. Samsung S10 ini misalnya mendukung video menjadi lebih baik. Karena semua karya itu proses. Misalnya, orang bilang Yandy bagus bikin film Keluarga Cemara. Tapi, mungkin orang yang nonton Keluarga Cemara nggak ada yang 10 persennya lihat film pertama saya. Karena karya itu kan berkembang," ujar Yandy.
Maka Yandy meyakini setiap orang bisa saja untuk menjadi Vlogger atau YouTuber, namun tetap harus melalui proses. Tips dari Yandy untuk menjadi Vlogger kreatif di antaranya berikut ini.
1. Karakter dan Kepribadian
Yandy percaya setiap orang yang ingin menjadi vlogger atau YouTuber memiliki karakter dan kepribadian yang berbeda. Sekalipun memiliki tema dan lokasi vlog yang sama, hasilnya belum tentu sama di tangan masing-masing orang.
"Keluarga Cemara di-direct orang lain dengan script yang sama pasti penekanannya jadi beda. Lalu Food Vlogger kontennya sama, lokasi sama, menu sama, pasti hasilnya beda itu karena kepribadian," ujarnya.
2. Teknologi
Tantangan lainnya bagaimana kepribadian dan kereativitas diekspresikan lewat video yang baik. Dari mulai media atau alat rekam yang digunakan, cara memegang kamera, hingga cara mengedit.
Yandy menyarankan agar memperhatikan angle pengambilan gambar. Jika menggunakan Samsung Galaxy S10 akan memberikan pilihan sudut angle yang berbeda hingga dapat mengatur secara langsung lensa ultra wide, wide dan tele membuat pengguna lebih leluasa menentukan sudut pengambilan gambar supaya objek yang bergerak juga dapat menyampaikan cerita yang diharapkan.
"Kita cek Google 12 dasar teknik kamera pasti ke luar kok. Simple-simple. Lalu cara membuat vlog juga agar memerlukan kamera kita seperti di atas tripod. Jadi, rekam 1 shot demi 1 shot lalu pindah tempat lagi," ujarnya.
3. Disiplin Ilmu
Yandy percaya untuk menjadi seorang sutradara atau Vlogger terbaik pasti semuanya berpatokan pada disiplin ilmu. Maka bagaimana seseorang agar bisa mengembangkan diri, adalah dengan membaca dan belajar dari pengalaman.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
