
Egy Maulana Vikri
JawaPos.com - Diboyong negeri Eropa untuk bermain di klub Lechia Gdansk, Egy Maulana Vikri ternyata mendapat perhatian dari seorang pesepakbola legendaris, Kurniawan Dwi Yulianto.
Sebagai informasi, Egy dikontrak oleh klub tersebut selama 3 tahun dan akan mulai berlaga pada Agustus 2018 setelah ia berusia 18 tahun. Sempat hijrah ke Eropa saat umur 19 tahun, membuat Kurniawan pun berharap Egy dapat memanage diri sendiri.
"Di luar negeri itu tidak segampang yang dipikirkan, kita harus bisa mengontrol emosi sendiri. Makan, tidur, istirahat, dan memotivasi diri sendiri saat down," ujar Kurniawan saat ditemui JawaPos.com di Jakarta, Sabtu kemarin (24/3).
Menurutnya, nilai di negeri kita kadang tidak berlaku di negeri orang. Misalnya, saat latihan Egy melakukan kesalahan itu hal yang biasa di Indonesia. Tetapi, Kurniawan mengatakan di sana jika salah pasti bisa dimaki-maki.
"Jadi ya Egy harus bisa tampilin at least usaha yang 200 persen lah. Kalau lu ketinggalan dikit ya lu lewat," tegasnya.
Kurniawan pun meminta agar semua kalangan baik pemerintah, masyarakat dan media tidak berekspetasi tinggi pada Egy. Dirinya berharap agar Egy tidak terlalu diberikan beban berat dalam meniti karir di Eropa.
"Tolong ini aset bangsa yang kita jaga dan harapkan, tapi jangan terlalu dipush terlalu berlebihan. Biarkan dia berkembang sesuai jalannya," kata lelaki berumur 41 tahun ini.
Dia mengandaikan, permainan bola seorang atlet itu tidak seperti matematika, menjadi hal yang pasti. Namun, terkadang ada saat di atas dan di bawah. Maka, Kurniawan berharap Egy dapat menjaga kualitas sesuai kemampuannya dan kapasitasnya.
"Kalau memang dia harus main di grup junior, biarkan dia main di sana asalkan dia disertai jam terbang. Secara individu Egy oke, cuman kita bisa lihat kemampuannya sejauh mana dari pertandingan dengan posisi lawan yang setara," pungkasnya.
Kurniawan meminta Egy tidak cepat berpuas diri, serta selalu mau belajar apapun dan kapanpun. Walaupun di negeri orang, Egy harus bisa buktikan Indonesia dapat bersinar dengan keunikannya dan kualitasnya sendiri.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
