
Chelsea Agatha
JawaPos.com - Film drama olahraga, bisa dibilang jarang ditemui. Sepak bola mungkin sudah umum, lain halnya dengan basket. Hal tersebut yang membuat Sutradara, Andi Bachtiar Yusuf mengangkat drama olahraga basket pertama di tanah air berjudul Mata Dewa.
Film ini berkisah soal Dewa (Kenny Austin) yang tinggal di rumah susun bersama pamannya (Dodit Mulyanto) dan ingin membawa sekolahnya, SMA Wijaya menjadi juara Development Basketball League (DBL) untuk pertama kalinya. Namun, di tengah perjalanan mengejar impiannya tersebut, sebuah insiden terjadi dan menyebabkan Dewa kehilangan sebelah penglihatannya.
Film drama olahraga tersebut diakui sang produser, Aves terinspirasi dari kisah nyata dalam Liga DBL yang mengusung konsep student athlete yang dimulai sejak 2008 tersebut. Para pemain DBL terbaik pun setiap tahunnya akan dikirim ke Amerika Serikat (AS) untuk dilatih oleh pemain NBA dan atlet kelas dunia. Film Mata Dewa pun berkisah tentang perjuangan riil atlet muda basket Indonesia untuk meraih mimpi tersebut.
"Saat diminta mengerjakan Mata Dewa, saya langsung tertarik karena ini merupakan film Indonesia pertama berlatar belakang basket yang terinspirasi dari kisah nyata dari liga basket di DBL. Basket juga populer di tanah air karena laki-laki pun perempuan menyukainya. Selain itu, olahraga ini juga mengajarkan saya tentang kerja sama tim, tujuan, presisi, dan pencapaian" ujar Aves, saat ditemui pada peluncuran trailer dan poster perdana Mata Dewa di XXI Lounge Plaza Indonesia (23/1).
Sementara itu, Yusuf boleh dibilang sutradara spesialis film olahraga. Sebelumnya, Dia pernah menggarap Garuda 19 dan Hari Ini Pasti Menang. Film ini dibintangi oleh segenap artis tanah air seperti Kenny Austin, Chelsea Agatha, Brandon Salim, Valerie Tifanka, Nino Fernandez, Ariyo Wahab, Dodit Mulyanto dan penampilan khusus Augie Fantinus serta Udjo Project Pop.
Kemudian, guna semakin menguatkan suasana kompetisi maka sang sutradara melibatkan sejumlah pemain DBL pengalaman. Di antaranya, Abram Nathan (DBL All Star 2015), Rivaldo Tandra Pangestio (DBL All Star 2012 dan 2013), dan Nuke Tri Saputra (shooting guard Pacific Caesar Surabaya dan DBL All Star 2012).
Untuk yang penasaran bagaimana hasilnya? Film yang mengambil lokasi syuting di Surabaya, Jawa Timur ini akan tayang serentak di bioskop tanah air mulai 8 Maret 2018.

Prediksi Skor Afrika Selatan vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Penentu Les Rouges Lolos 16 Besar
Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Start P7 di Sirkuit Assen! Veda Ega Pratama Bongkar Penyebab Crash di Practice Moto3 Belanda 2026
