
Dari kiri: Abimana Aryasatya, Tora Sudiro, dan Vino G. Bastian dari film Warkop DKI Reborn. Bagian pertama film itu berhasil jadi yang terpopuler di Indonesia
JawaPos.com – Dua tahun belakangan ini bisa dikatakan sebagai puncak kesuksesan film Indonesia. Sebab, jumlah penonton di masing-masing tahun begitu tinggi. Pada 2016 misalnya, berhasil menembus 27,6 juta penonton. Sementara pada 2017 baru 23,4 juta dan berpotensi bertambah karena belum tutup tahun.
Berbagai judul dan genre film seperti horor, komedi, drama, action, animasi menghiasi layar bioskop Indonesia. Salah satu tren yang menjadi perbincangan adalah keberhasilan film horor merajai tangga daftar film terlaris sepanjang 2017. Tiga dari lima film terlaris 2017 ditempati oleh film horor yaitu Pengabdi Setan, Danur, dan Jailangkung.
Lantas bagaimana tren industri film pada 2018, apakah masih didominasi film horor?
Produser Rapi Film Sunil Samtani menilai bahwa tren industri film pada 2018 belum bisa diprediksi. Sebab, semua film punya kesempatan dan punya pasar masing-masing. Tentu saja, jika film tersebut digarap dan dipromosikan dengan maksimal.
"Genre apa saja bisa masuk tren 2018. Horor, komedi, dan drama juga jalan. Asal film itu seru, digarap serius pasti oke," kata Sunil Samtani saat ditemui JawaPos.com di kantor Rapi Films, Cikini, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Film komedi memang punya potensi yang tinggi. Itu dibuktikan dengan capaian film Warkop DKI Reborn Part I (2016) yang berhasil menjadi film Indonesia terlaris sepanjang masa setelah menembus 6 juta penonton. Namun, pada tahun ini Warkop DKI Reborn Part II tidak berhasil mendapat jumlah penonton yang sama dan dilewati oleh Pengabdi Setan yang mendapat 4,2 juta penonton.
Sutradara Joko Anwar menambahkan, film apa saja juga bisa menjadi bagus dan booming pada 2018. Yang penting, kata sutradara 41 tahun itu, karya harus bisa diterima penonton dengan positif. Sebab, film Indonesia bisa maju jika ada kepercayaan dari penonton.
"Film-film yang diciptakan juga harus memainkan teknis dan estetika. Bukan karena ingin jual satu film terus bikin orang pengen nonton saja. Tapi harus supaya orang yang nonton, ingin nonton lagi," katanya di anugerah Piala Maya, Sabtu (16/12).
Joko mengaku bangga akan warna film di 2017 yang juga memenangkan beberapa penghargaan di berbagai festival dan negara. Salah satu film yang mendapat pengakuan internasional adalah Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak. Film thriller itu merupakan karya sutradara Mouly Surya.
Marsha Timothy yang berperan sebagai Marlina menyabet penghargaan Aktris Terbaik di ajang Sitges International Fantastic Film Festival di Catalonia, Spanyol, September-Oktober 2017. Dia mengalahkan para pesaing seperti Nicole Kidman, Masami Nagasawa, dan Monika Balsai.
’’Kalau bisa, peran perempuan feminis lebih banyak lagi walau dengan karakter berbeda. Semoga juga perempuan lebih dapat banyak perempuan di Indonesia,’’ kata Marsha Timothy di anugerah Piala Maya, Sabtu (16/12)
Sutradara Hestu Saputra menambahkan, tren industri film pada 2018 bisa saja sama dengan tahun ini. Alasanya, setiap karya punya penikmat dan segmennya sendiri-sendiri. Misalnya yakni penggemar film horor tentu bakal menonton film sesuai seleranya juga.
"Misal film horor yang selalu ada penikmatnya. Nah, sekarang film horor semakin berkualitas jadi itu menimbulkan kepercayaan sama film lokal. Dan semoga terjadi juga pada genre film apa pun," ucap Hestu Saputra.
Salah satu tren film yang menurut Hestu bisa jadi pilihan di 2018 adalah daur ulang. Banyaknya film remake atau reboot tahun ini diprediksinya masih bisa terulang di tahun depan. Apalagi beberapa judul film remake memang telah melakukan syuting untuk tayang di 2018.
Sutradara Cinta Tapi Beda itu berharap pada 2018 muncul film-film anak. Dia menilai saat ini Indonesia mengalami krisis film anak sejak beberapa tahun terakhir.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Prediksi Skor Portugal vs Spanyol: Pasar Taruhan Dunia Jagokan La Furia Roja, Ronaldo Siap Balas Rekor Buruk
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di Piala Dunia 2026: Lionel Messi vs Mohamed Salah, Albiceleste Diunggulkan ke Perempat Final
Dijanjikan Gaji Rp 1,4 Juta Hanya Cair Rp 76 Ribu, Kopdes Merah Putih di Bojonegoro Pilih Tutup
Prediksi Swiss vs Kolombia di 16 Besar Piala Dunia 2026: Sesumbar De Nati Andalkan Manzambi
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Belgia: Bursa Taruhan Dunia Ramalkan Imbang, Red Devils Unggul Head to Head
Prediksi Skor Argentina vs Mesir di 16 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Lionel Messi atau Mohamed Salah
