Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Desember 2017 | 14.00 WIB

Banyak yang Berkualitas, Masyarakat Makin Percaya Sineas Indonesia

Sebagian dari film Indonesia yang tayang pada 2017 - Image

Sebagian dari film Indonesia yang tayang pada 2017

JawaPos.com – Industri perfilman tanah air dalam lima tahun belakangan terus membanggakan. Bagaimana tidak, jumlah penontonnya terus naik. Variasi film berkualitas bertambah. Film dengan scene pengundang syahwat yang sempat booming sebagai magnet penonton juga mulai hilang popularitasnya.



Seperti dilansir laman filmindonesia.or.id, tiap tahunnya penonton yang menonton film Indonesia terus meningkat. Pada 2013, 15 film terlaris menghasilkan 8.729.760 penonton. Peningkatan terjadi pada 2014 dengan 9.322.734 penonton. Sementara untuk tahun ini sudah mengumpulkan 23.447.018 penonton.



Angka tersebut dipastikan bakal bertambah, sebab sejumlah film baru yang berkualitas memulai jadwal tayang hingga akhir 2017. Misalnya, film 5 Cowok Jagoan dan Chrisye yang baru tayang 7 Desember. Film Chrisye mendapat sambutan positif dan sudah ditonton 173 ribu orang.



Film lain di penghujung tahun juga bersiap untuk menambah pundi-pundi penonton bioskop. Sebut saja Ayat-Ayat Cinta 2. Lalu, film yang berasal dari lagu populer milik Virgoun, Surat Cinta untuk Starla the Movie. Ada juga Si Juki the Movie, hingga Susah Sinyal.



Ernest Prakasa merasakan betul gairah perfilman Indonesia itu. Film yang dibintanginya sudah beberapa kali masuk dalam 10 besar. Misalnya, Comic 8 dan Comic 8: Casino Kings, Ngenest the Movie, Sabtu Bersama Bapak, Koala Kumal, Rudy Habibie, dan Cek Toko Sebelah.



’’Sekarang film semakin berkualitas. Mulai dari keberagaman tema dan genre. Banyak yang sesuai dan related dengan kehidupan masyarakat,’’ terang Ernest di anugerah Piala Maya, Sabtu (16/12).



Lebih lanjut dia menjelaskan, masyarakat yang makin dewasa dalam menilai film bisa menjadi patokan untuk berkarya. Itulah kenapa, perlu membuat karya berkualitas. ’’Mereka bisa melihat sepak terjang sineas yang bikin film itu. Artinya, sineas dan filmmaker dapat apresiasi yang oke,’’ imbuhnya.



Kualitas film Indonesia yang baik juga terlihat dari karya Produser Robert Ronny lewat Kartini. Filmnya meraih nominasi terbanyak di Festival Film Indonesia (FFI). Ide Robert dan sutradara Hanung Bramantyo untuk membuat biopic pahlawan nasional yang inspiring dan berkualitas akhirnya bisa tercapai.



“Dari awal, saat masa pra produksi, kami memang ingin setiap hal di film Kartini dipersiapkan dengan baik,” kata produser Legacy Pictures itu.



Selama proses pembuatan film Kartini, riset yang dilakukan Robert, Hanung, dan kru memakan waktu yang tidak sebentar. Itu semua dilakukan agar film yang diproduksi bisa memaparkan skenario yang unik dan mencerminkan kondisi riil dari kehidupan di masa Kartini.



Tidak berlebihan jika film yang dibintangi Dian Sastrowardoyo itu meraih nominasi Skenario Adaptasi Terbaik, Penata Busana Terbaik, dan Penata Rias Terbaik. Seperti diketahui, di FFI 2017 film Kartini bersaing ketat dengan Pengabdi Setan dalam berbagai nominasi.



Robert menyikapi dengan tenang. Baginya, Kartini dan Pengabdi Setan sudah bagus untuk genre masing-masing. Keduanya juga sama-sama sukses secara capaian penonton dan kualitas. Masuk sebagai nomine FFI sudah merupakan pencapaian yang baik dan prestisius.



Terpisah, sutradara Hestu Saputra pernah menikmati manisnya gairah perfilman Indonesia itu. Film Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar yang dia garap pada 2014 berhasil menembus 715.671 penonton. Pada tahun itu, filmnya berada di urutan tiga terbanyak, di bawah The Raid 2: Berandal (1.434.272 penonton) dan Comic 8 (1.624.067 penonton).



Menurutnya, fenomena peningkatan penonton lima tahun terakhir membuktikan industri film Indonesia mengalami kemajuan. Menurutnya, ada beberapa faktor yang mendukung hal tersebut terjadi. Pertama, dari sisi masyarakat yang sudah mengapresiasi film lokal dengan baik. 



"Masyarakat sudah percaya sama film Indonesia, enggak cuma di kota besar tapi juga kota kecil dan itu dari semua kalangan. Akhirnya menonton film ke bioskop kini jadi lifestyle," kata Hestu Saputra saat dihubungi JawaPos.com.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore