
Penyanyi Eileen Pandjaitan merilis single terbaru berjudul Shooting Star. (istimewa)
JawaPos.com - Penyanyi sekaligus penulis lagu Eileen Pandjaitan atau Ei merilis single terbaru berjudul 'Shooting Star'. Lagu ini secara resmi hadir di platform musik digital sejak Jumat, 12 Desember 2025, dan menjadi penutup perjalanan musikal Ei pada tahun ini.
Lagu 'Shooting Star' merupakan kelanjutan dari sejumlah karya Ei sebelumnya seperti 'May, Halfway' dan 'To Let You Go'. Kehadiran lagu ini menegaskan konsistensinya sebagai musisi muda yang dikenal dengan lirik personal dan penuh cerita.
Secara musikal, single 'Shooting Star' dibalut dengan nuansa pop ballad yang lembut dan emosional. Lagu ini menceritakan tentang rasa kehilangan yang belum selesai. Tentang seseorang yang terus kembali ke tempat kenangan lama, berharap masih ada kesempatan bertemu kembali dengan orang yang dicintai.
Ei menyebut, lagu 'Shooting Star' sebagai bentuk percakapan batin yang tidak pernah tersampaikan. Ia menulis liriknya dari ruang yang sangat personal, sebagai cara untuk mengolah rindu sekaligus berdamai dengan luka yang masih tertinggal.
"Shooting Star itu semacam percakapan batin yang nggak pernah sempat tersampaikan. Ada banyak hal yang pengen aku bilang, tapi akhirnya cuma bisa aku tulis,” ungkap Ei.
Cerita dalam lagu dimulai dengan adegan sinematik. Seorang perempuan berdiri diam di sebuah kafe, tempat semua kenangan bermula. Di sana, dia merasa melihat mobil orang yang dirindukannya lewat, sebuah momen antara kenyataan dan harapan.
Dari situ, alur lagu mengalir sebagai monolog hati yang jujur. Bahasa lirik Ei yang sederhana membuat pendengar seolah ikut berada dalam ruang sunyi dan ikut merasakan rindu yang berulang-ulang datang.
Dengan vokal lembut khasnya, Ei menyampaikan emosi dari lagu ini dengan penuh kedewasaan. Pendekatan ini juga terlihat konsisten dengan karya-karyanya sebelumnya seperti 'May, Halfway',dan 'To Let You Go' yang sama-sama menonjolkan storytelling yang emosional.
Dalam proses produksi, Ei bekerja sama dengan Bowo Soulmate sebagai Vocal Director, serta Ankadiov dan Andreas Arianto sebagai produser. Mereka sepakat menjaga aransemen tetap sederhana agar emosi tetap terasa natural tanpa terlalu banyak lapisan musik.
Bernama lengkap Eileen Pandjaitan, musisi kelahiran 24 April 2003 ini telah menunjukkan minatnya dalam bermusik sejak usia belia. Karier profesionalnya dimulai pada usia 17 tahun ketika dia merilis lagu ciptaan sendiri.
Salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya adalah kolaborasinya lewat lagu 'May, Halfway' bersama Mario Ginanjar, vokalis Kahitna, yang memperkenalkan Ei sebagai musisi muda dengan kedalaman rasa dan kemampuan bercerita yang kuat.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
