
Film Civil War. (Dok. IMDb)
JawaPos.com - Civil War adalah film thriller-perang distopia yang dirilis pada 2024, ditulis dan disutradarai oleh Alex Garland, dan diproduksi oleh studio independen A24.
Dilansir dari IMDb dan whatsafterthemovie.com, kisahnya mengikuti perjalanan sekelompok jurnalis yang melintasi Amerika Serikat yang terpecah belah akibat konflik internal yang menyerupai perang saudara, antara pemerintahan federal yang semakin otoriter dan berbagai faksi pemberontak di wilayah lain.
Kirsten Dunst memerankan tokoh utama, seorang jurnalis senior yang memimpin tim kecil beranggotakan empat orang. Mereka harus saling bergantung untuk bertahan hidup saat menelusuri wilayah-wilayah penuh kekerasan, ketidakpastian, dan ancaman di setiap langkah.
Sejak awal, Civil War langsung menempatkan penonton di tengah ketegangan yang intens. Kamera mengikuti perjalanan para jurnalis dari jarak dekat, memperlihatkan kekacauan, rasa takut, serta dilema moral yang muncul saat mereka menyaksikan dampak perang terhadap warga sipil yang tak berdaya.
Setiap daerah yang mereka lalui menghadirkan tantangan baru, mulai dari pos pemeriksaan militer yang menegangkan, jalanan sunyi yang dikuasai kelompok bersenjata, hingga kota-kota yang hancur dan ditinggalkan. Semua itu memperlihatkan potret suram tentang hilangnya rasa aman di tengah runtuhnya tatanan sosial.
Hubungan antaranggota tim menjadi inti emosional film ini. Ketegangan profesional tentang bagaimana melaporkan fakta di lapangan berpadu dengan perdebatan etis, "apakah mereka harus mempertaruhkan nyawa demi kebenaran, atau memilih keselamatan di tengah situasi yang tidak menentu".
Garland menonjolkan suasana tegang melalui ritme yang lambat namun padat, memberi ruang bagi penonton untuk menyelami trauma dan keputusan sulit yang dihadapi karakter.
Visual film memperkuat atmosfer realis, dengan palet warna kusam, pencahayaan alami yang redup, dan pengambilan gambar sempit yang menciptakan kesan claustrophobic, seolah penonton ikut terjebak dalam perjalanan penuh bahaya itu.
Sinematografi yang memanfaatkan long take, ledakan di kejauhan, serta suara radio yang tersendat-sendat menambah rasa cemas dan ketegangan psikologis. Di balik kekacauan itu, Garland tetap menyisipkan momen-momen kemanusiaan, seperti gestur kecil di antara penyintas, percakapan singkat penuh empati, hingga upaya mempertahankan sisi manusiawi di tengah kehancuran.
Lebih dari sekadar kisah perang, Civil War juga menjadi refleksi tentang peran media di masa krisis. Film ini menyinggung bagaimana informasi dapat dimanipulasi, disalahgunakan, atau dijadikan senjata politik, sekaligus mempertanyakan batas antara peliputan yang beretika dan eksploitasi tragedi.
Karakter-karakter pendukung seperti tentara yang goyah keyakinannya, warga sipil yang kehilangan arah, hingga pemimpin faksi lokal memperkuat kompleksitas moral yang dihadapi para jurnalis. Melalui mereka, film ini menantang penonton untuk merenungkan, "apakah menunjukkan penderitaan berarti memperjuangkan kebenaran, atau justru menambah luka yang sudah ada?"
Dengan pendekatan yang lebih kontemplatif ketimbang bombastis, Garland menghadirkan film perang yang sarat ketegangan emosional dan muatan psikologis.
Civil War bukan hanya kisah tentang peluru dan ledakan, melainkan refleksi mendalam tentang tanggung jawab jurnalistik, kekuatan informasi, dan cara manusia bertahan ketika dunia yang mereka kenal runtuh di hadapan mata. (*)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
