Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 September 2025 | 06.21 WIB

Dia Bukan Ibu, Film Horor Keluarga yang Mainkan Psikologis Penonton

Dia Bukan Ibu, Film Horor Keluarga yang Mainkan Psikologis Penonton. (MVP Pictures) - Image

Dia Bukan Ibu, Film Horor Keluarga yang Mainkan Psikologis Penonton. (MVP Pictures)

JawaPos.com - Vira (Aurora Ribero) dan Dino (Ali Fikry) memutuskan untuk tinggal bersama sang ibu, Yanti (Artika Sari Devi) pasca perceraian kedua orang tua mereka. Ketiganya pindah ke rumah baru di sebuah daerah yang jauh dari pusat kota.

Dan membuka salon impian Yanti. Kakak-beradik itu sangat antusias menjalani kehidupan baru mereka. Vira dan Dino bahagia melihat ibu mereka berhasil bangkit setelah ditinggal ayah mereka.

Namun, perasaan itu perlahan sirna ketika melihat kondisi lingkungan sekitar rumah mereka. Banyak rumah kosong yang tak terawat. Meski begitu, salon Yanti kerap dipenuhi pelanggan setiap harinya.

Kondisi itu membuat Vira curiga. Apalagi, setelah menyaksikan tingkah aneh sang ibu beberapa kali. Misal, ketika adzan berkumandang. Bahkan, Yanti pernah sampai melakukan tindak kekerasan kepada adiknya, Dino.

Namun, keesokan harinya Yanti malah bersikap biasa saja seolah tidak pernah melakukan kesalahan. Belum lagi, Yanti selalu bersolek dan memperlakukan pelanggan laki-lakinya dengan servis khusus.

Perubahan sikap sang ibu yang drastis membuat Vira tak bisa tinggal diam. Awalnya, Vira merasa perubahan itu berkaitan dengan gangguan mental yang dialami sang ibu pasca bercerai.

Rupanya, di balik serangkaian kejadian aneh itu, termasuk mati lampu yang mereka alami setiap tengah malam, menyimpan cerita misteri. Fakta demi fakta terungkap setelah Vira menyelidiki kejanggalan-kejanggalan itu.

Film Dia Bukan Ibu menghadirkan horor yang tak biasa. Bukan cuma adrenaline penonton yang terasah, film yang diadaptasi dari thread horor Jeropoint di X ini juga memainkan psikologis penonton.

Jelang akhir film, penonton akan disuguhkan dengan adegan-adegan gore yang mengerikan. Dari banyaknya elemen apik di film tersebut, akting Artika menjadi salah satu yang paling menonjol dan tersorot.

Dia menanggalkan imej Puteri Indonesia yang selama ini diemban. Artika berhasil menciptakan senyum hangat yang khas, namun menyeramkan, dan meninggalkan bekas atau kesan takut di ingatan penonton.

Artika menuturkan senyum tersebut diciptakan setelah dirinya berdiskusi dengan sang sutradara, Randolph Zaini. Sejak menerima tawaran tersebut, istri Baim Imran itu telah berkomitmen untuk menciptakan karakter yang punya ciri khas sendiri.

"Saya bilang, pokoknya pengin bikin Yanti ikonik, mungkin sampai orang akan terbawa tidur," tuturnya. Dari diskusi tersebut, Artika dan Randolph sepakat untuk menghadirkan cara senyum Yanti.

"Nah, senyumnya itu senyum seorang ibu yang hangat sampai senyum ibu di masa transisi. Sampai senyum yang benar-benar bukan ibu itu kami create," jelas Artika.

Padahal, dia mengaku sempat dilema untuk menghidupkan sosok Yanti di film garapan rumah produksi MVP Pictures ini. Artika menilai, karakter tersebut memiliki kepribadian dan sisi gelap yang kompleks.

Berbanding terbalik dengan imej yang selama ini dia bangun di dunia entertainment. "Sempat ragu karena wah ini banyak adegan brutal, ya. Imej saya di luar kan Puteri Indonesia yang lembut gitu," ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore