Tim Matta Cinema dan Pal8 Pictures di Asian Contents & Film Market (Instagram @mattacinema)
JawaPos.com - Rumah produksi Indonesia Matta Cinema Production memperkenalkan enam proyek film terbaru mereka di ajang Asian Contents and Film Market (ACFM).
ACFM adalah ajang yang mempertemukan pelaku film dan konten untuk saling berkolaborasi, termasuk dalam mencari pendanaan. ACFM yang merupakan bagian dari Busan International Film Festival, diselenggarakan pada 21 September 2025 di Busan, Korea Selatan.
Dilansir dari Antara, Rabu (24/9), Matta Cinema Production mengusung tema "True Stories of Indonesia: From Local Roots to Global Screen." Matta Cinema Production akan menghadirkan kisah-kisah dari Indonesia dengan fokus penonton lokal, namun tetap relevan dengan audiens Internasional.
Dari enam film yang dibawa Matta Cinema Production, tiga film merupakan kerja sama produksi bersama Pal8 Pictures, sebuah rumah produksi dari Tempo Media Group.
Film pertama berjudul The Doors of Kanjuruhan, mengangkat tragedi nyata di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 131 orang akibat penggunaan gas air mata Polisi. Film ini rencananya disutradarai oleh Razka Robby Ertanto.
Selanjutnya, The Longest Night mengangkat kasus perundungan yang menyebabkan kematian seorang mahasiswa kedokteran di Semarang. Film ini akan disutradarai oleh Pritagita Arianegara.
Film ketiga, Village of the Hopefuls, mengangkat tentang isu perjudian online di Indonesia. Film ini akan diarahkan oleh sutradara senior Garin Nugroho.
Dilansir dari Variety, proyek yang segera masuk tahap produksi adalah My Own Last Supper, adaptasi dari novel pemenang penghargaan yang akan mulai syuting November mendatang. Disutradarai oleh Ismail Basbeth, film ini berkisah tentang seorang duda 76 tahun yang menggelar makan malam terakhir bersama anak-anaknya, sambil mengungkapkan memoar tersembunyi sebelum mengakhiri hidupnya di laut.
Dua proyek lainnya dikembangkan bersama Ruang Basbeth Bercerita, yang dipimpin oleh Lyza Anggraheni, pemenang TAICCA Award dalam proyek pitching di Busan Asian Film School tahun lalu.
Film Last Resort, ditulis oleh mendiang Gertjan Zuilhof (mantan programmer Rotterdam International Film Festival). Film ini mengisahkan seorang ibu tunggal asal Jepang yang membangun bisnis "wisata bunuh diri" di sebuah pulau terpencil di Indonesia demi memberikan kehidupan yang lebih baik bagi putrinya. Namun, dunianya justru diguncang oleh kekerasan, cinta, dan masa lalu.
Terakhir, The Unforgettable Flavours terinspirasi dari buku resep bersejarah Mustika Rasa yang digagas Presiden Soekarno. Film ini mengisahkan seorang perwira muda yang ditugaskan menyusun buku. Ia kemudian melakukan perjalanan kuliner menyusuri Nusantara. Dalam perjalanan, ia menghadapi kisah cinta yang diuji oleh gejolak sejarah 1965.

Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs Uzbekistan: Ruben Dias Siap Hadapi Tim Bertahan
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Penampakan Wajah Wanita yang Menipu Tantri Kotak dkk dengan Kerugian Mencapai Rp 10 Miliar
Viral! Pengakuan BEM FH UBK Usai Temui Gibran, Ngaku Terima Uang hingga Minta Maaf ke Mahasiswa
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Kolombia vs RD Kongo di Piala Dunia 2026: Daniel Munoz Motor Serangan Los Cafeteros
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
Prediksi Skor Panama vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Luka Modric Berburu Poin Pertama
