Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 September 2025 | 02.17 WIB

Siap Tayang September 2025, Film 'Lintrik' Angkat Cerita Ilmu Pelet Banyuwangi dengan Obsesi Cinta Berujung Malapetaka

Poster resmi film Lintrik: Ilmu Pemikat telah dirilis. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 11 September 2025 (Dok. Cinema XXI) - Image

Poster resmi film Lintrik: Ilmu Pemikat telah dirilis. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 11 September 2025 (Dok. Cinema XXI)

JawaPos.com - Film Lintrik merupakan salah satu karya terbaru dalam genre horor misteri yang diproduksi oleh industri film Indonesia. Film berdurasi 102 menit ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 11 September 2025. Kisahnya berfokus pada praktik ilmu pelet kuno dari Banyuwangi, yang dikemas dalam alur penuh ketegangan dan kejutan.

Produksi film ini berada di bawah naungan Prama Gatra Film, disutradarai oleh Irham Acho Bahtiar, dan diproduseri oleh Asye Berty Saulina Siregar. Penulisan naskah dikerjakan oleh Yuki, yang menggabungkan unsur horor dengan misteri serta sentuhan drama kehidupan.

Dukungan dari para pemeran seperti Karina Icha, Meisya Amira, Yati Surachman, Donny Damara, Akbar Nasdar, Teguh Ryder, dan Fannita Posumah menambah kekuatan dalam penyajian cerita.

Alur cerita menyoroti tokoh Sari (Karina Icha), seorang perempuan yang merasa penat dengan kehidupan malam. Sari menginginkan kehidupan yang lebih tenang dan penuh kebahagiaan.

Dalam upaya itu, Sari berusaha merebut hati Rendy (Akbar Nasdar), cinta pertamanya semasa SMA. Akan tetapi, Rendy kini telah menikah dengan sahabat Sari, yakni Nilam (Fannita Posumah), sekaligus sukses sebagai seorang pengusaha di Jakarta.

Keinginan kuat untuk mendapatkan Rendy membuat Sari mengambil langkah berisiko. Melalui temannya Rini (Meisya Amira), Sairi diperkenalkan dengan Lintrik, yaitu sebuah ilmu pelet yang diyakini sangat ampuh. Lintrik memiliki kekuatan untuk membuat seseorang terpikat, bahkan jika berada di tempat yang jauh.

Berbeda dengan pelet biasa, Lintrik tidak dapat dilakukan sendiri. Ritualnya hanya bisa dilaksanakan oleh seorang dukun perempuan yang tinggal terpencil di hutan. Peran dukun tersebut dimainkan oleh Yati Surachman, yang menghadirkan nuansa mistis dan memperkuat ketegangan cerita.

Pertemuan Sari dengan sang dukun menjadi awal dari rangkaian peristiwa menegangkan. Seiring berjalannya waktu, berbagai rahasia dan konflik mulai terungkap. Sari perlahan memahami bahwa Lintrik bukan hanya menyangkut persoalan cinta, melainkan juga membawa konsekuensi besar terhadap hidupnya.

Ritual yang dijalani ternyata berdampak buruk bagi Sari. Harapannya untuk memperoleh kebahagiaan justru berubah menjadi penderitaan. Film ini menampilkan gambaran bahwa keinginan yang didorong oleh obsesi dapat menjerumuskan seseorang ke dalam situasi yang jauh lebih berbahaya daripada yang dibayangkan.

Dari sisi budaya, Lintrik memiliki nilai yang menarik. Film ini memperkenalkan unsur mistis dari Banyuwangi, daerah yang memang dikenal dengan beragam tradisi spiritual. Penonton diajak untuk memahami sisi lain dari praktik kepercayaan lokal, sekaligus menyadari risiko dari pilihan hidup yang berlandaskan ambisi semata.

Selain unsur horor, film ini menyuguhkan dinamika drama antarmanusia. Hubungan antara Sari, Rendy, dan Nilam menambah kedalaman cerita. Penonton tidak hanya diajak merasakan ketakutan, tetapi juga memahami kompleksitas hubungan emosional yang melatarbelakangi tindakan para tokohnya.

Akting para pemeran menjadi salah satu kekuatan utama film ini. Karina Icha tampil meyakinkan sebagai Sari yang penuh gejolak batin, sementara Akbar Nasdar berhasil menghidupkan karakter Rendy yang terjebak dalam dilema. Yati Surachman, dengan pengalamannya, memberi penggambaran kuat pada karakter dukun yang berperan penting dalam alur cerita.

Dari aspek sinematografi, Lintrik menyajikan visual yang mendukung suasana horor. Setting hutan, prosesi ritual, serta nuansa Banyuwangi digarap dengan detail untuk memperkuat kesan mistis. Musik latar yang menegangkan turut membangun suasana mencekam sepanjang film.

Secara keseluruhan, Lintrik bukan sekadar film horor yang mengandalkan rasa takut. Film ini menyajikan cerita tentang cinta, obsesi, pengkhianatan, dan konsekuensi dari bersekutu dengan kekuatan gaib.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore