Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 September 2025 | 05.36 WIB

James Cameron Ungkap 5 Deretan Villain yang Menguatkan Konflik Epik di Avatar Fire and Ash

Avatar Fire and Ash. (Instagram @avatar)

JawaPos.com – Film Avatar: Fire and Ash yang digarap James Cameron menghadirkan ancaman baru bagi keluarga Sully.

Kehadiran para villain lama dan pendatang baru memperkuat konflik yang melibatkan RDA, klan Ash People, serta individu yang menyimpan dendam pribadi.

Trailer terbaru menegaskan bahwa peperangan di udara, darat, dan laut akan menjadi klimaks dari kisah epik ini. 

Berikut adalah 5 tokoh antagonis yang menonjol dalam film ketiga waralaba Avatar, seperti dilansir dari laman Screen Rant pada Senin (8/9).

  1. Varang dari Ash People

Varang, pemimpin Ash People yang diperankan Oona Chaplin, menjadi wajah baru antagonis dalam Fire and Ash. Karakter ini membawa konflik internal di antara kaum Na’vi dengan sikapnya yang dianggap berkhianat pada sesama spesies.

Kehadiran Varang menandai tantangan baru karena tidak hanya RDA yang menjadi musuh keluarga Sully. Sosoknya diisyaratkan akan memicu perpecahan besar yang menambah ketegangan dalam alur cerita.

  1. Kembalinya Miles Quaritch

Quaritch, yang diperankan Stephen Lang, sekali lagi hadir sebagai sosok antagonis utama. Meski gagal mengalahkan Jake Sully pada film sebelumnya, ia kembali dengan tekad yang semakin kuat.

Quaritch tidak hanya membawa ancaman fisik, tetapi juga strategi militer yang lebih terorganisasi. Hal ini menjadikannya tetap sebagai lawan terkuat keluarga Sully dalam peperangan mendatang.

  1. Mick Scoresby Sang Pemburu Laut

Mick Scoresby, yang kehilangan lengannya akibat Payakan, kini kembali dengan lengan prostetik berteknologi tinggi. Berbeda dari sebelumnya, ia tidak lagi termotivasi oleh keuntungan, melainkan oleh dendam pribadi.

Fokus balas dendamnya tertuju pada Payakan, yang kini menjadi sekutu keluarga Sully. Kehadirannya menambah dimensi konflik laut yang lebih intens di Pandora.

  1. RDA yang Kian Agresif

Resource Development Administration (RDA) tetap menjadi kekuatan kolonial utama yang mengancam Pandora. Setelah kegagalan di film kedua, mereka hadir kembali dengan armada baru, termasuk Kapal Pabrik raksasa.

RDA tidak hanya menargetkan sumber daya alam, tetapi juga memanfaatkan konflik internal Na’vi. Kehadiran mereka memperkuat bahwa perang di Pandora bukan hanya antarpribadi, tetapi juga antarperadaban.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore