
Adegan dalam film Weapons. (Istimewa)
JawaPos.com - Film-film horor kerap kali menggunakan anak-anak kecil sebagai pusat cerita dan masalah utama di dalamnya. Formula ini biasanya akan memberikan sensasi kengerian tersendiri, khususnya untuk para penontonnya yang sudah dewasa dan berkeluarga.
Weapons adalah entri film horor terbaru yang menggunakan cara tersebut. Digarap oleh sutradara Zach Kregger, film yang dibintangi Josh Brolin, Julia Garner dan Cary Cristopher ini sukses dieksekusi dengan apik dan menyegarkan.
Weapons bercerita tentang hilangnya 17 anak kecil secara misterius di satu malam. Anehnya, belasan anak yang hilang tersebut adalah siswa SD dari kelas seorang guru bernama Justine Gandy (Julia Garner).
Situasi kian absurd karena hanya ada satu anak yang tidak menghilang dari kelas Justine, yakni seorang bocah pendiam bernama Alex Lilly (Cary Cristopher). Polisi pun dibuat kebingungan dengan kasus ini karena selain tidak menemukan jejak apapun, tidak ada keterangan lain yang bisa menjadi titik terang.
Keanehan kasus yang tidak ada jawabannya ini akhirnya membuat seluruh pihak yang frustrasi melayangkan kecurigaan terhadap Justine, termasuk Archer Graff (Josh Brolin), salah satu orang tua murid yang kehilangan anaknya.
Sementara itu, Justine meyakini bahwa hilangnya 17 murid di kelasnya berhubungan dengan Alex yang setiap hari masih bersekolah seperti biasa, tanpa memberikan cerita apapun soal para teman-temannya yang hilang.
Berbarengan dengan kecurigaan Justine pada Alex, Archer juga berhasil menemukan fakta bahwa berdasarkan kamera CCTV di malam anaknya menghilang, para bocah keluar pada dini hari di pukul 02:17 dengan cara yang sangat aneh, yakni berlari dengan cepat sembari membentangkan tangan mereka.
Justine dan Archer pun mengungkap bahwa 17 anak yang hilang itu kabur dari rumah dan menuju perimeter yang sama: kompleks rumah Alex.
Sang guru dan orang tua murid terus mengumpulkan kepingan puzzle untuk mengungkap misteri tak masuk akal ini, tanpa menyadari bahwa gerak-gerik mereka sudah dipantau oleh sosok jahat bak iblis yang merupakan dalang dari semua tragedi tersebut.
Berdurasi selama 128 menit, sutradara Zach Kregger sukses membuat Weapons sebagai film horor yang terus menawan para penontonnya dalam rasa penasaran dan ketegangan tak berujung hingga akhir film.
Menggunakan elemen jump scare yang sangat minim, Zach Kregger lebih memilih untuk membangun suspense secara perlahan namun menyayat dalam menggarap Weapons. Alhasil, film ini jauh dari kata film horor murahan yang hanya mengandalkan cara 'curang' lewat kemunculan setan secara tiba-tiba disertai scoring yang mengagetkan.
Para lakon yang terlibat di dalamnya pun mampu memainkan peran mereka masing-masing dengan sangat baik. Tokoh-tokoh sampingan yang didapuk pun berhasil menyuguhkan peran yang baik dan tidak mudah dilupakan begitu saja berkat kualitas akting mereka yang mumpuni, meski tidak menyandang nama besar.
Meski demikian, Weapons bukannya tanpa kekurangan. Film ini meninggalkan kesan yang nyaris serupa dengan film garapan Zach Kregger sebelumnya, yakni Barbarian, di mana penonton diberikan kebebasan berimajinasi akan apa yang sebenarnya terjadi. Dalam kasus Weapons, tidak ada penjelasan secara rinci dan kuat akan hal yang melatarbelakangi hilangnya 17 anak tersebut.
Di satu sisi, konsep seperti ini memang bisa membuat para penontonnya saling berdiskusi secara terbuka. Namun di sisi lain, hal seperti ini justru menjadi plot hole dan sulit dicerna secara logis dari sudut pandang manapun.
Untungnya, kekurangan tersebut bisa dimaafkan oleh semua hal positif yang ada di film ini. Bagaimanapun, Weapons berhasil menjadi film thriller horror yang menyajikan seluruh hal yang ingin disaksikan oleh para pecinta genre ini, yakni misteri, kekuatan gaib dan darah.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
