
Emir Mahira dan Aisyah Aqila, pemeran di Film Tenung. (Shafa Nadia/Jawa Pos)
JawaPos.com - Emir Mahira dan Aisyah Aqilah disatukan untuk kali pertama dalam film horor berjudul Tenung.
Namun, keduanya tidak dipasangkan sebagai pasangan. Melainkan hubungan kakak-beradik. Emir menceritakan tantangan yang dihadapi selama proses produksi.
Aktor 27 tahun itu mengaku kesulitan menjalankan tuntutan dari sutradara Rizal Mantovani, yaitu berdialog menggunakan bahasa Sunda.
Sebab, Emir tidak hanya diminta untuk bisa melafalkan bahasa tersebut dengan jelas. Namun, juga diikuti dengan aksennya.
“Kalau aku itu sih, aksen sunda-nya. Terus kan harus ada kayak ‘teh’ nya gitu juga,” kata Emir saat konferensi pers di kantor MD Entertainment, Jakarta Selatan, Rabu (30/4).
Apalagi, saat itu dia hanya memiliki waktu sebentar untuk bisa menjalankan latihan berbahasa Sunda. Sebab, proses syuting film Tenung tidak berlangsung lama setelah Emir menyelesaikan proyek film sebelumnya.
“Waktu itu aku dapat proyek ini pas banget lagi kerjain proyek sebelumnya. Jadi, preparation time-nya limited banget,” tutur pemeran Ari tersebut.
Beruntungnya, dia mendapat pelatih akting dan vokal yang kredibel. Sehingga bisa membantunya dengan mudah melunakkan lidahnya untuk berdialog menggunakan bahasa Sunda.
“Basicly aku ada tim yang bantuin segala macamnya. Jadi, insya Allah hasilnya sesuai sih,” jelas Emir.
Sama seperti Emir, Aisyah juga mengaku mengalami hal yang sama. Dia kesulitan karena tidak memiliki garis keturunan darah Sunda. Kekasih Jeff Smith itu lahir dan tumbuh di Makassar, Sulawesi Selatan.
“Kesulitan awalnya pasti di aksen Sunda karena kebetulan aku sangat jauh dari Sunda. (Asal) aku harus nyebrang pulau,” ucap Aisyah.
Selain mengandalkan pelatih akting sekaligus vokal yang difasilitasi oleh pihak rumah produksi, dia juga belajar bahasa Sunda dari orang-orang di sekitarnya.
“Ada teman-teman aku juga untungnya yang bisa bahasan Sunda. Jadi, aku sangat merasa terbantu di situ,” papar Aisyah.
Film Tenung merupakan proyek adaptasi dari novel karya Risa Saraswati yang inspirasi menulisnya berasal dari kisah nyata di sekitarnya.
Film tersebut mengisahkan tentang Ira, seorang anak bontot yang frustrasi karena harus menjaga ibunya bernama Linda. Namun, kondisi sang ibu yang aneh secara fisik dan mental membuatnya menduga bahwa orang tuanya menjadi korban tenung.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
