Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 Februari 2025 | 18.09 WIB

Produser MCU Nate Moore Jelaskan Alasan Captain America: Brave New World Terasa Mirip Hulk 2

Film Captain America: Brave New World. (IMDb.com) - Image

Film Captain America: Brave New World. (IMDb.com)

JawaPos.com - Seri terbaru dari waralaba bertabur bintang Marvel Studios, ‘Captain America: Brave New World,’ melanjutkan pola penceritaan Marvel yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. 

Sama seperti ‘Captain America: The Winter Soldier yang melanjutkan kisah Steve Rogers dan Natasha Romanoff. Atau bagaimana ‘Thor: Ragnarok’ membagi waktu antara dewa petir dan Bruce Banner. ‘Brave New World’ melanjutkan kisah pemeran utama Sam Wilson sambil juga melanjutkan kisah 17 tahun lalu dari ‘The Incredible Hulk.’ 

Film tersebut selama ini dianggap sebagai trauma masa lalu yang ingin dilupakan Marvel Cinematic Universe. Kisah origin Hulk yang dipimpin Edward Norton diabaikan oleh kanon MCU setelah Norton meninggalkan peran tersebut dan digantikan oleh Mark Ruffalo. 

Hal itu berubah pada tahun 2016 ketika William Hurt kembali memerankan Thaddeus Ross dalam ‘Captain America: Civil War,’ aktor pertama dari ‘The Incredible Hulk’ yang kembali ke MCU

Ross, yang sekarang diperankan oleh Harrison Ford, kembali lagi untuk ‘Captain America: Brave New World.’ Di sini ia bergabung dengan sesama alumni The Incredible Hulk Betty Ross (Liv Tyler) dan Samuel Sterns (Tim Blake Nelson). 

Dilansir dari laman Screen Rant pada Minggu (16/2) produser veteran Marvel Studios Nate Moore membahas mengapa ‘Captain America: Brave New World’ adalah film yang tepat untuk meninjau kembali banyak alur cerita ‘The Incredible Hulk’ yang dibatalkan.

Produser MCU Beberkan Alasannya

Ketergantungan ‘Captain America: Brave New World’ pada kisah ‘The Incredible Hulk’ bermuara pada Thaddeus "Thunderbolt" Ross.

"Sejujurnya, sebagian besar alasannya adalah karena kami tahu film ini akan menampilkan Thaddeus Ross sebagai presiden baru," jelas produser Marvel Nate Moore.

Keputusan menghadirkan Ross kembali ke MCU, menurut Moore didasari oleh premis cerita yang dianggap menarik.

"Kami menyukai ide Captain America yang ditempatkan di pihak yang berseberangan dengan Presiden Amerika Serikat, pemimpin negara yang diwakilinya, dan kami menyukai ide Thaddeus Ross yang melanjutkan alur cerita dari Civil War di mana ia menjabat sebagai Menteri Luar Negeri."

Ross merupakan salah satu karakter Marvel yang paling terkenal. Seperti yang dijelaskan Moore, ia memulai perjalanannya di tahun lahirnya MCU dan telah meniti karier politiknya hingga menduduki posisi non-superhero paling berkuasa di dunia.

"Anda mulai mengeksplorasi Thaddeus Ross dan mungkin beberapa hal yang ingin ia tarik kembali, termasuk hancurnya hubungannya dengan putrinya," lanjut Moore, menyinggung keretakan antara Thaddeus dan Betty di akhir The Incredible Hulk. 

"Lalu kami bertanya, apa lagi yang ada di balik sana? Apa lagi yang bisa kami lakukan? Dan saya pikir Sam Wilson melihat Presiden Ross dalam sudut pandang tertentu. Saya pikir Betty memiliki hubungan tertentu dengan ayahnya, dan saya pikir Samuel Sterns juga punya pendapat tentang Ross,” imbuh Moore.

Moore juga menegaskan bahwa ‘Brave New World’ bukan film untuk memperbaiki ‘The Incredible Hulk’. Melainkan film untuk membangun dan mengembangkan karakter Presiden Ross yang baru.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore