
Film Upstream.
JawaPos.com - Upstream telah menjadi angin segar dalam industri perfilman Tiongkok dengan berani menghadirkan tema yang berbeda dari biasanya. Film ini tidak hanya sekadar menghibur, tetapi juga mengajak penonton untuk merenungkan tentang makna kehidupan dan perjuangan manusia.
Melansir sixthtone.com, keberhasilan Upstream membuktikan bahwa film Tiongkok mampu bersaing di kancah internasional dengan mengangkat tema-tema universal yang relevan dengan kehidupan masyarakat.
Pada Upstream, Zhang Yimou telah menunjukkan bahwa film tidak hanya sebagai bentuk hiburan, tetapi juga sebagai media yang dapat mendorong perubahan sosial.
Dalam film ini, tokoh utama setengah baya, Gao Zhilei yang diperankan oleh Xu, mengalami serangkaian malapetaka yang mengubah hidupnya. Dia kehilangan pekerjaannya sebagai programmer, tabungannya lenyap akibat kegagalan pinjaman peer-to-peer, dan dia menghadapi tagihan medis yang berat setelah ayahnya jatuh sakit.
Karena kesulitan menemukan pekerjaan baru di industri teknologi, Gao terpaksa mulai mengantar makanan guna memenuhi kebutuhan hidup dan membayar hipoteknya.
Pekerjaan serabutan ini membawa tantangan berat, di mana pengemudi dipaksa bekerja hingga 14 jam sehari dan menghadapi risiko yang membahayakan nyawa di jalan demi mendapatkan penghasilan yang layak.
Cerita ini sangat relevan bagi banyak orang di Tiongkok pada tahun 2024, di mana banyak yang beralih ke pekerjaan serabutan untuk bertahan hidup. Beberapa penonton mengapresiasi Upstream karena berani mengangkat isu sensitif, sehingga film ini memperoleh peringkat rata-rata 6,8 di platform ulasan Douban.
Sayangnya, ada yang mengkritik Xu karena dianggap tidak cukup berani. Kritikus berpendapat bahwa film ini pada akhirnya menghindari pembahasan mendalam mengenai masalah sistemik yang ada dalam ekonomi pertunjukan, seperti kurangnya perlindungan bagi pekerja.
Sebaliknya, babak akhir film menunjukkan Xu berhasil mengatasi kesulitan berkat kerja kerasnya, yang dianggap oleh banyak penonton sebagai akhir yang terlalu mudah atau sup ayam untuk jiwa.
Beberapa hari setelah perilisan film pada 9 Agustus, perdebatan mengenai Upstream terus berlanjut di media sosial Tiongkok. Tagar terkait film ini telah ditonton lebih dari 1,4 miliar kali di platform mikroblog Weibo, dan diskusi seringkali berkembang menjadi argumen yang lebih luas tentang kelas sosial dan representasi dalam perfilman Tiongkok.
Daftar Pemeran Film Tiongkok Upstream
Mengutip mydramalist.com, berikut ini deretan pemeran film Tiongkok Upstream.
Itulah informasi mengenai film Upstream Tiongkok yang menampilkan isu ekonomi tentang seseorang yang kehilangan pekerjaan dan menjadi pekerjaan serabutan.
