
Davina Karamoy. (Imanuel Abraham via Instagram Davina Karamoy)
SEBAGIAN penonton Indonesia masih gemar memberikan komentar negatif bagi aktris yang perannya memicu emosi mereka. Salah satunya adalah Davina Karamoy, pemeran Rani di film Ipar Adalah Maut. Rani sukses membuat penonton marah dan jengkel lantaran menjadi orang ketiga dalam film besutan Hanung Bramantyo tersebut. Kolom komentar aktris 21 tahun itu menjadi sasaran hujatan warganet. Davina menghadapinya dengan legawa karena sudah memprediksi hal ini bakal terjadi.
Davina butuh waktu berapa lama untuk mendalami karakter Rani?
Sekitar 2 minggu lebih. Itu masa-masanya aku gali Rani banget karena perbedaan Rani dan Davina itu 180 derajat. Pada saat berada di set, aku juga kebantu sama energi pemain-pemain lain. Terus, aku juga banyak diskusi sama Mas Hanung, jadi nggak ngerasa sulit.
Saat ini cap orang ketiga sudah melekat kepada Davina. Bagaimana Davina memandang sosok Rani?
Pada saat ditawarin, aku udah lihat Rani jadi public enemy. Pas baca skenarionya aja, aku udah istigfar mulu dan kayak, ”Hah, ini serius beneran Rani kayak gini”.
Berarti, Davina sudah mengantisipasi untuk dihujat, ya?
Aku memang udah siap dari awal. Jadi, aku nggak kaget sih kalau nanti banyak netizen yang hujat. Dari cast reveal nih, belum ada adegan, baru foto, senyum doang di samping Mas Aris, orang-orang sudah berkomentar, ”Itu orangnya ngeselin banget”.
Seberapa sering Davina membaca komentar-komentar di media sosial pribadi?
Padahal, sebelum proyek ini, hate comment nggak begitu banyak, tapi setelah ini jadi banyak. Bahkan sampai DM. Jadi, aku bacainnya kayak, ”Ya udah wajarin aja karena nggak mungkin aku bilang jangan kesal dong sama Rani”. Lha, aku aja ikut kesal. Jadi ya sudahlah, hopefully ke depannya nggak lebih ganas.
Komentar pedas seperti apa yang pernah kamu dapatkan?
Katanya, mukanya cocok banget, ngeselinnya cocok banget. Ada juga yang bilang,”Lo tuh nggak punya otak ya”, gitu. Mau tidak mau aku terima kan. Di konten Kak Elizasifa (kreator cerita Ipar Adalah Maut, Red) aja, Rani udah dihujat. Padahal, waktu itu belum ada yang memerankan.
Apakah sekarang hujatan dan label negatif itu membebani Davina di kehidupan nyata?
(Hujatan, Red) itu nggak masalah. Jujur, aku nggak takut karena mikir kalau sampai terbawa kesal in real life berarti alhamdulillah aku berhasil meraninnya.
Mengetahui risiko yang dihadapi, apakah Davina sempat mendiskusikannya dengan keluarga?
Pastinya aku diskusi panjang sama keluarga. Keraguan aku awalnya itu malah yang akhirnya menguatkan keluarga. Mama aku yang bilang ambil aja karena percaya aku bisa.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
