Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Mei 2024 | 03.42 WIB

Wawancara Khusus Kelulusan Shani dari JKT48: Proses dan Waktu Membentuk Manusia Seutuhnya

Shani saat menyapa penggemarnya di konser Last Voyage, Sabtu (27/4). - Image

Shani saat menyapa penggemarnya di konser Last Voyage, Sabtu (27/4).

JawaPos.com - Perjalanan Shani Indira Natio dari JKT48 segera berakhir. Setelah menggelar konser kelulusan Last Voyage di Tennis Indoor Senayan, Sabtu (27/4), kini tinggal dua acara terakhir. Pertama, pelepasan kabesha atau foto Shani sebagai member JKT48. Rencananya, hal itu akan dilakukan setelah show terakhir Shani di Teater JKT48 pada Minggu (5/5).

Kedua, rangkaian kelulusan Shani dari JKT48 akan ditutup dengan meet & greet bersama fans untuk terakhir kalinya. Acara bertajuk Spring Has Come itu akan digelar pada 11 Mei 2024 di ICE BSD dan menjadi penutup perjalanan 10 tahun Shani sebagai member JKT48. 

JawaPos.com berkesempatan untuk melakukan wawancara khusus dengan Shani seputar kelulusan dan perjalanan kariernya di JKT48. Berikut wawancaranya:

Bisa diceritakan seberapa banyak peran kamu dalam mengonsep konser Last Voyage ini? Apa yang ingin kamu sampaikan dan tidak boleh terlewat di konser ini?

Aku berpartisipasi di pemilihan lagu, mulai recap lagu yang ingin dibawain dan diskusi setlist konser, beberapa memilih member, judul konser juga sempat ikut brainstorming bareng manajemen, dan dress graduation.

Sebenarnya tujuan konser ini selain perayaan kelulusan adalah untuk mengingat dan mengenang perjalananku di JKT48. Jadi tidak hanya aku, tapi harapannya fans juga bisa flashback dan merasakan bagaimana perjalanan seorang Shani di JKT48. Jadi semoga pesan itu bisa sampai ke penonton.

Dan yang nggak terlewat adalah prosesi graduation di akhir konser. Karena prosesi tersebut dikemas dengan konsep yang unik dan aku dapat persembahan khusus Sakura no Shiori dari member rasanya sangat spesial.

Seluruh lagu yang ada di Last Voyage tentu punya arti buatmu. Bisa diceritakan bagaimana kamu menyusun setlistnya?

Di awal aku memberikan list lagu apa saja yang ingin dibawakan, kemudian untuk setlist aku berdiskusi bersama manajemen. Ada beberapa bagian yang wajib ada, yaitu gen 3, KIII, dan Sousenkyo. Untuk flow aku lebih serahkan ke manajemen. Karena aku ikut semua lagu, jadi setlist-nya dibuat sebaik mungkin supaya aku bisa mengontrol energi selama konser.

Saat lagu-lagu itu dibawakan, dan fans dengan antusias mengikuti, apa yang kamu rasakan? Kamu pasti akan merindukan momen ini kan?

Aku sangat tersentuh. Merinding selama konser. Perasaannya seneng dan bangga pasti. Tentunya ini akan jadi momen yang nggak terlupakan. Yang aku lakuin kemarin adalah coba untuk enjoy dan menikmati konser. Meskipun aku ikut semua lagu, jujur itu nggak berasa, karena selama show aku fokus ke lagu dan fans yang antuasias banget.

Saat lagu apa kamu merasa kebersamaan dengan fans di konser ini terasa begitu kuat?

Kalau boleh milih semua lagu, aku pilih semuanya, karena dari lagu pertama Jiwaru Days sampai lagu Sayonara Crawl di akhirpun aku masih bisa ngerasain semangatnya satu Tennis Indoor.

Saat menyanyikan Iiwake Maybe bersama Generasi 3, kamu tampak begitu emosional. Bisa diceritakan apa yang kamu rasakan saat itu?

Pastinya kangen banget, merasa nggak menyangka bisa kumpul lagi untuk tampil di panggung konser. Dan berterimakasih karena mereka mau meluangkan waktu untuk datang.
Nggak nyangka kita semua udah pada dewasa, padahal dulu Generasi 3 debut bawain lagu itu masih kecil-kecil.

Iiwake maybe adalah lagu pertama Generasi 3 dan pada saat itu posisiku bukan di tengah. Tapi sekarang posisiku di tengah, jadi merasa terharu aja.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore