Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 April 2024 | 04.17 WIB

Kata Sutradara dan Produser soal Film VINA yang Disambut Pro-kontra hingga Ernest Prakasa Turut Berkomentar

Anggy umbara

Poster film Vina: Sebelum 7 Hari

 
 
JawaPos.com-Film VINA: Sebelum 7 Hari mendapat sorotan tajam dari netizen beberapa waktu lalu sehingga menimbulkan pro dan kontra. Ada yang setuju pada filmnya karena diyakini mengusung nilai positif namun ada juga yang menganggapnya tidak pantas dan tidak etis usai melihat poster film yang beredar. 
 
 
Sutradara sekaligus produser Ernest Prakasa bahkan turut berkomentar atas pro-kontra yang terjadi pada film garapan sutradara Anggy Umbara tersebut dan menyinggung soal etika di dunia seni.
 
Terkait pro-kontra yang sempat terjadi, produser dan sutradara film VINA: Sebelum 7 Hari buka suara. Mereka menganggap wajar adanya pro-kontra mengingat tidak semua orang harus dipaksa memiliki kesukaan pada hal yang sama. 
 
"Kita hidup di negara yang majemuk. Kita hargai yang punya pemikiran, punya perasaan, atau moralitas yang berbeda. Tapi yang jelas kita berangkat dari niat yang baik," kata Anggy Umbara selaku sutradara di bilangan Epicentrum Rasuna Said Jakarta Selatan, Kamis (18/4).
 
Berhubung pihaknya menghargai orang yang kontra pada film VINA: Sebelum 7 Hari, Anggy Umbara menaruh harapan besar pihak yang kontra juga dapat menghargai karyanya.
 
"Yang kontra kita hargai dan semoga mereka juga menghargai kita. Kita saling menghargai saja," tuturnya.
 
Sementara itu, Dheeraj Kalwani selaku produser menyatakan pihak yang kontra sebenarnya hanya pada poster film VINA. Dia pun meyakini mereka tidak akan kontra pada film yang terinspirasi dari kisah nyata tentang kematian tragis gadis berusia 16 tahun bernama Vina menjadi korban kekerasan seksual hingga dibunuh secara sadis oleh kelompok geng motor.
 
"Kalau saya sarankan tonton dulu filmnya baru nanti berkomentar," katanya.
 
Sebelumnya, film VINA: Sebelum 7 Hari menuai pro-kontra di kalangan netizen setelah poster filmnya beredar di media sosial. Ada yang menganggap film ini akan bernilai positif namun banyak juga pengkritik menyatakan film VINA kurang etis mengeksploitasi tragedi dan kesedihan.
 
Terkait pro-kontra yang terjadi, sutradara sekaligus produser Ernest Prakas turut memberikan komentar pada film garapan rumah produksi Dee Company tersebut.
 
”Izin merespons. Menurut gua film Vina ini berada di ambang batas moralitas yang cukup rumit. Buat banyak orang, ini eksploitasi tragedi. Tapi berdasar banyak komentar di trailer yang terpajang di media sosial, tidak sedikit yang merespons positif bahkan menantikan film ini,” ujar Ernest di akun media sosial X pribadinya.
 
Ernest kemudian menyinggung soal integritas dalam dunia seni yang disebutnya relatif tidak dapat dipukul sama rata. Karena hal itu sangat bergantung pada proses pemaknaan etika dari setiap pelaku seni. 
 
 
”Integritas dalam seni itu relatif, karena bermain bukan dengan hukum melainkan etika, dan etika itu tidak ajeg. Apa yang saya percayai sebagai value yang baik, tentu akan tercermin melalui karya saya. Kata kunci di sini, adalah 'saya'. Subjektif,” tandas Ernest. (*)
 
 
 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore