
Poster film Kiblat
JawaPos.com - Film "Kiblat", yang diperankan oleh Ria Ricis, sedang menjadi sorotan di dunia perfilman Indonesia karena mendapat kritik keras dari beberapa tokoh agama Islam terkait penggunaan simbol-simbol agama dalam narasinya.
Salah satu tokoh yang memberikan kritik tajam adalah Ustadz Hilmi Firdausi, yang menganggap bahwa film “Kiblat” yang penuh kontroversi tersebut telah mengeksploitasi agama Islam.
Kritik juga datang dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah KH Cholil Nafis, yang menilai bahwa penggunaan Islam dalam film “Kiblat” ini hanya sebagai alat promosi yang sensitif dan kontroversial untuk menarik perhatian publik.
Fakta baru terungkap ketika Wakil Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Ervan Ismail mengungkapkan bahwa film "Kiblat" sejatinya belum lulus sensor. Menurutnya, film tersebut belum masuk ke LSF dan belum menjalani proses penyensoran.
"Ada sejumlah peraturan dan tahapan yang harus dipatuhi agar sebuah film mendapat Surat Tanda Lulus Sensor (STLS). Film 'Kiblat' hanya lolos di tahap awal terkait promosi atau iklan. Namun, untuk isi filmnya, Ervan menyatakan bahwa masih perlu dilakukan beberapa perbaikan karena dianggap belum layak mendapatkan STLS," demikian dikutip dari pernyataan Ervan yang dihubungi pada Senin (25/3) sebagaimana dimuat JawaPos Radar Jogja.
Film "Kiblat" mengisahkan tentang seorang perempuan bernama Ainun yang diperankan oleh Yasmin Napper. Ainun tinggal bersama Uwa, kakak dari orang tuanya, dan memiliki sahabat bernama Rini (Ria Ricis). Keduanya mengidolakan sosok Abah Mulya, pemimpin padepokan sakti di Kampung Bumi Suwung.
Namun, kejanggalan muncul setelah kematian Abah Mulya, ketika Ainun mengetahui bahwa Abah Mulya sebenarnya adalah ayah kandungnya. Berita kematian misterius Abah Mulya membuat Ainun, Rini, dan Bagas (Arbani Yasiz) memutuskan untuk menyelidiki kebenaran di padepokan tersebut.
Ketika Ainun melakukan sholat, terjadi kejadian mengerikan yang terlihat dalam trailer film. Tubuh Ainun seolah-olah dimanipulasi, membuatnya terbalik saat melakukan rukuk dan menghadap ke atas, disertai teriakan kesakitan yang memenuhi suasana.
Meskipun film ini menawarkan bumbu misteri dan ketegangan yang menarik, namun dengan kritik yang menyertai penggunaan simbol-simbol agama Islam, film ini menjadi pusat perdebatan yang hangat di Indonesia. Dengan status sensor yang belum lulus, nasibnya pun masih menjadi tanda tanya bagi para penggemar film Indonesia.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
