
Photo
JawaPos.com - Banyak yang menganggap pasangan kekasih di dunia nyata akan lebih mudah jika beradu akting dalam sebuah project. Namun hal itu tak sepenuhnya benar.
Pasangan Syifa Hadju dan Rizky Nazar malah mengaku kesulitan saat beradu akting di serial 17 Selamanya. Pasalnya, mereka harus lebih berusaha menahan tawa dan berkonsentrasi saat menjalani syuting.
Sudah engenal satu sama lain, mereka malah aneh ketika harus memerankan karakter Dawai (Syifa Hadju) dan Putra (Rizky Nazar) yang berbeda dari sosok asli di kehidupan nyata. "Kadang suka canggung saja, kayak aneh akting sama dia. Karena sudah biasa ngobrol setiap hari, menurut aku kayak aneh saja. Lebih ke kayak ingin ketawa-ketawa saja gitu. Lihat mukanya dia kan lucu. Tiba-tiba kaku gitu kan lucu," tutur Syifa Hadju di bilangan Thamrin Jakarta Pusat Rabu (2/3).
"Makanya itu dia yang suka aku ingin ketawa. Ini orang mana pernah baca-baca puisi. Terus ini juga rambutnya zaman dulu banget. Culun jadi mau ketawa," imbuhnya.
Rizky Nazar juga merasakan hal yang sama, mengaku kesulitan beradu akting dengan Syifa Hadju. Dia merasa aneh bintang sinetron Mermaid in Love itu tiba-tiba tampil berbeda, jauh dari sosok asli di kehidupan nyata.
"Aneh juga karena biasanya sehari-hari dia kayak anak kecil. Tapi, memang dia dewasa sih. Tapi, itu memang karakter Dawai ya Syifa berhasil dengan sosok dewasanya," kata Rizky Nazar.
Serial 17 Selamanya akan tayang di WeTV mulai 10 Maret mendatang. Para penggemar sudah mulai bertanya-tanya di media sosial kapan series ini bakal tayang. Karena syutingnya sendiri sudah selesai kurang lebih satu tahun lalu.
17 Selamanya memadukan sejarah, budaya, fantasi, dan misteri di dalamnya. Bercerita tentang Dawai, perempuan misterius yang menjadi korban bully di sekolah.
Dia ingin menjalani kehidupan seperti manusia normal lainnya, namun hal itu sangat sulit. Sebab ada rahasia yang dia simpan rapat-rapat.
Hal itu membuat Putra penasaran dan lantas mendekatinya. Sayangnya kedekatan mereka memiliki banyak rintangan yang harus dihadapi.
Hanung Bramantyo selaku sutradara mengaku debut seriesnya ini relate dengan keinginan perempuan zaman sekarang yang tidak mau tua. "Persoalannya ABG terus selama 50 tahun, bagaimana? Dan dia masih remaja, masih SMA. Ya itu poinnya kesana. Mau nggak mau kita bahas soal sejarah ya karena Syifa berangkat dari tahun 65. Saya mencari konflik-konflik besar saat itu," papar Hanung.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
