Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Maret 2022 | 02.19 WIB

Kerap Angkat Budaya dalam Karyanya, ini Alasan Hanung Bramantyo

Hanung Bramantyo. (Abdul Rahman/JawaPos.com) - Image

Hanung Bramantyo. (Abdul Rahman/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sutradara Hanung Bramantyo kerap mengangkat tema tentang budaya Indonesia dalam sejumlah film atau project yang dibuatnya. Dalam debut seriesnya '17 Selamanya' yang dibintangi Rizky Nazar dan Syifa Hadju, Hanung pun memasukkan unsur budaya.

Hanung Bramantyo mengatakan dirinya kerap memasukkan tema tentang kebudayaan sebagai bentuk perlawanannya pada film-film yang kerap mengangkat budaya asing. Hanung sedih film maker dan produser kerap menampilkan budaya dari negara luar.

Hanung Bramantyo miris saat menonton sinetron yang menampilkan makanan bukan dari dalam negeri. "Saya lihat sinetron menampilkan roti tawar. Apa itu? Kenapa nggak bakso, nasi kuning, dan segala macam," kata Hanung Bramantyo di bilangan Thamrin Jakarta Pusat Rabu (2/3).

Meski begitu, Hanung tidak setuju dengan pandangan sejumlah orang yang terkesan mempertentangkan modernitas dengan tradisi. "Kalau modern, milenial, terus makannya spageti, burger, nggak begitu juga. Saya nggak suka itu," ucapnya.

Dia melihat, film luar negeri berusaha menampilkan budaya dan identitas dari negaranya masing-masing. Hanung menyadari, film menjadi sarana efektif untuk menyampaikan budaya dan ciri khas satu negara.

Namun mirisnya, film Indonesia terkadang menampilkan budaya asing, bukan mengangkat budaya yang berakar dari denyut nadi masyarakat Indonesia sendiri.

"Itu dilakukan oleh banyak negara di seluruh dunia. Amerika melakukan itu, China melakukan itu. Bagaimana kita kenal humburger kalau tidak nonton film Amerika? Film Amerika makan gudeg kan nggak mungkin. Persoalannya kenapa film kita isinya humburger semua? Jarang makan padang dan segala macam. Mestinya isinya itu," tuturnya.

Hanung mengakui sejumlah film sudah menampilkan budaya bangsa. Sayangnya film yang mengangkat hal itu bukan film industri, melainkan film festival.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, Hanung pun mengambil sikap akan berusaha menampilkan budaya Indonesia dalam karya karyanya. "Inferiority complex di kalangan film maker khususnya produser membuat citra film Indonesia tidak menjadi etalase untuk kulturnya sendiri, selalu menjdi kultur orang lain," papar Hanung Bramantyo.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore