
Hanung Bramantyo. (Abdul Rahman/JawaPos.com)
JawaPos.com - Sutradara Hanung Bramantyo kerap mengangkat tema tentang budaya Indonesia dalam sejumlah film atau project yang dibuatnya. Dalam debut seriesnya '17 Selamanya' yang dibintangi Rizky Nazar dan Syifa Hadju, Hanung pun memasukkan unsur budaya.
Hanung Bramantyo mengatakan dirinya kerap memasukkan tema tentang kebudayaan sebagai bentuk perlawanannya pada film-film yang kerap mengangkat budaya asing. Hanung sedih film maker dan produser kerap menampilkan budaya dari negara luar.
Hanung Bramantyo miris saat menonton sinetron yang menampilkan makanan bukan dari dalam negeri. "Saya lihat sinetron menampilkan roti tawar. Apa itu? Kenapa nggak bakso, nasi kuning, dan segala macam," kata Hanung Bramantyo di bilangan Thamrin Jakarta Pusat Rabu (2/3).
Meski begitu, Hanung tidak setuju dengan pandangan sejumlah orang yang terkesan mempertentangkan modernitas dengan tradisi. "Kalau modern, milenial, terus makannya spageti, burger, nggak begitu juga. Saya nggak suka itu," ucapnya.
Dia melihat, film luar negeri berusaha menampilkan budaya dan identitas dari negaranya masing-masing. Hanung menyadari, film menjadi sarana efektif untuk menyampaikan budaya dan ciri khas satu negara.
Namun mirisnya, film Indonesia terkadang menampilkan budaya asing, bukan mengangkat budaya yang berakar dari denyut nadi masyarakat Indonesia sendiri.
"Itu dilakukan oleh banyak negara di seluruh dunia. Amerika melakukan itu, China melakukan itu. Bagaimana kita kenal humburger kalau tidak nonton film Amerika? Film Amerika makan gudeg kan nggak mungkin. Persoalannya kenapa film kita isinya humburger semua? Jarang makan padang dan segala macam. Mestinya isinya itu," tuturnya.
Hanung mengakui sejumlah film sudah menampilkan budaya bangsa. Sayangnya film yang mengangkat hal itu bukan film industri, melainkan film festival.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, Hanung pun mengambil sikap akan berusaha menampilkan budaya Indonesia dalam karya karyanya. "Inferiority complex di kalangan film maker khususnya produser membuat citra film Indonesia tidak menjadi etalase untuk kulturnya sendiri, selalu menjdi kultur orang lain," papar Hanung Bramantyo.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
