Baca Juga: Michelle Tak Setujui Pernikahannya Ibunya dengan Arya Khan, Pinkan Mambo: Mungkin karena Tukang SingkongCalon penonton film 13 Bom di Jakarta bisa mendapat kesempatan mendapat tiket dengan harga murah karena Visinema Pictures menyediakan promo khusus buy one, get one ticket dengan cara membeli aplikasi MTIX XXI, CGV, Cinepolis dan Platinum Cineplex untuk periode 28 hingga 31 Desember 2023.
Buy one, get one Ticket juga bisa didapatkan melalui aplikasi TIX ID periode 29 Desember 2023, 2 Januari 2024 dan 3 Januari 2024. Selain itu, promo ini juga berlaku dengan membeli langsung di Kota Cinema Mall (KCM), Movimax, dan Rajawali Cinema.
Film 13 Bom di Jakarta merupakan salah satu karya besar sutradara Angga Dwimas Sasongko. Bersamaan dengan perilisan film ini, final trailer juga dirilis di YouTube. Menampilkan adegan-adegan besar dan adu taktik antara kelompok teroris yang dipimpin Arok (Rio Dewanto) dengan para anggota Badan Kontra Terorisme Indonesia (ICTA).
Dalam final trailer, diperlihatkan berbagai potongan adegan ledakan hingga Kepala ICTA, Damaskus (Rukman Rosadi) harus turun tangan untuk memimpin misi penumpasan aksi terorisme di ibukota.
Ddalam final trailer, juga diperlihatkan duo pendiri perusahaan mata uang digital, Oscar (Chicco Kurniawan) dan William (Ardhito Pramono) yang menjadi aset tim ICTA.Mereka diinterogasi oleh tim ICTA atas dugaan keterlibatan aksi teror yang dilakukan oleh kelompok Arok karena permintaan tebusan kripto, bukan uang tunai.
Dalam trailer juga ditunjukkan aksi Arok yang sangat dominan dalam menggerakkan kelompoknya untuk meneror seluruh kota.
“Saya tidak pernah terbayang, Angga memberikan kepercayaan karakter teroris bernama Arok, diperankan oleh saya. Angga selalu memberikan karakter yang menantang di setiap film yang dia buat, dan 13 Bom di Jakarta jadi tantangan tersendiri sekaligus pencapaian dari karir saya,” kata Rio Dewanto dalam keterangan tertulis,Kamis (28/12).
Sutradara film 13 Bom di Jakarta yang juga CEO Visinema Angga Dwimas Sasongko mengatakan, film ini dipastikannya 100 persen dibuat oleh orang Indonesia dengan skala produksi besar untuk tujuan mendorong segala batasan di dunia perfilman.
“Lewat 13 Bom di Jakarta, kami ingin memberikan suguhan film dengan aksi spektakuler, sentuhan teror yang menegangkan, visual yang imersif. Sehingga akan menjadi pengalaman menonton yang seru, mencekam dan tidak terlupakan bagi penikmat film Indonesia,” kata Angga Dwimas Sasongko.