
KONSEP BARU: (Searah jarum jam) Festival Director David Karto, Program Director Radio Arie Dagienkz, Art Director Saleh Husein, Communication Director Aldila Karina, dan Moderator Felix Dass membeberkan perhelatan Synchronize Fest di Radio (SFDR).
Tahun lalu, Synchronize Fest pindah ke TV. Tahun ini, salah satu pergelaran musik terbesar tanah air itu menjajal format radio plus pertunjukan virtual. Acaranya pun tak hanya bicara musik. Ada edukasi hingga komedi di dalamnya.
---
PANDEMI lagi-lagi menghalangi tim pelaksana Synchronize Fest menggelar acara luring. Setelah tahun lalu ditayangkan di TV, kini acara tersebut dikemas sebagai Synchronize Fest di Radio (SFDR).
Festival Director David Karto menyatakan, keputusan itu diambil untuk mengakomodasi jumlah peminat acara. Maklum, pemegang tiket acara offline yang enggan refund masih ada 70 persen atau sekitar 8 ribu orang.
”Kami melihat hal itu sebagai penghargaan, bukti kepercayaan penonton pada festival,” lanjut David. Dia dan tim pun menggodok konsep acara yang lebih dari sekadar pertunjukan.
Menurut dia, dengan format radio tersebut, konten yang disuguhkan akan lebih kaya. Ada sesi bincang-bincang, request lagu, sampai komedi. Pengalaman menyimak acara musik pun dibuat lebih dalam.
Aldila Karina, communication director SFDR, menjelaskan, dirinya beserta tim melakukan riset panjang untuk memilih pengisi acara. Musisi lintas genre dan generasi tumplek bleg. Musisi dari kota-kota kecil dan pendatang baru pun dilibatkan. Pelaku industri di luar penampil seperti produser film dokumenter musik maupun pelaku NFT juga masuk jajaran pengisi acara.
Dia menyatakan, sesi sharing langsung dengan musisi dan pelaku industri musik jadi kekuatan SFDR. ”Kita dihadapkan dengan era keterbukaan, informasi sangat gampang diakses. Tapi, pengalaman hidup enggak bisa kita dapatkan di internet,” papar Dila, sapaan Aldila. Dia berharap, paparan dari para narasumber bisa membuka mata pendengar pada masa depan musik Indonesia.
Dalam acara yang berlangsung pada 11–13 Desember itu, pihak SFDR bakal hadir dengan dua bagian. Pertama, penampilan dengan konsep radio dari siang hingga 21.00 WIB dilanjutkan pertunjukan audio visual selama sekitar dua jam. David menjelaskan, seluruh rangkaian SFDR dilaksanakan live. Tidak ada versi on demand. ”Tapi, untuk rencana album kolaborasi nantinya bakal kami pikirkan,” lanjutnya.
Art Director Saleh Husein menjelaskan, nyaris 90 persen acara bakal berbasis audio. Pertunjukan yang ditampilkan secara audio visual di bagian kedua SFDR dikurasi secara ketat. ”Kita lihat lagi, apa yang jadi highlight performance-nya? Artisnya atau artistiknya?” paparnya. Dia tidak mau aspek visual yang harusnya jadi penunjang justru mengganggu audiens dalam menyimak acara.
Sama seperti pergelaran versi luringnya, SFDR bakal menghadirkan musisi dengan konsep panggung yang segar dan berbeda. Misalnya, di Jejeboys II Men, Jeje alias Jason Ranti yang biasa tampil solo bakal dikawal band. Kahitna akan flashback ke era awal kariernya sebagai grup jazz macan festival. Trio rock Kelompok Penerbang Roket berkolaborasi dengan Ian Antono dan Achmad Albar membawakan lagu-lagu grup rock era 1970-an Duo Kribo.
Sementara itu, di luar penampil, bakal ada segmen takeover yang menggandeng podcaster kuartet RAPOT serta Ryo Wicaksono dan Bobby Mandela dari BKR Brothers. Obrolan tentang musik diisi musisi Madura Lorjhu, musisi kreator NFT Deathless Ramz, dan musisi pendatang baru seperti Hondo dan BAP. ”Kami ingin SFDR tetap jadi ’Lebaran’ para musisi, di mana semua musisi dan pelaku industri musik kumpul,” imbuh David.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
